Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: #Benang #benangramahlingkungan Tenun

Bahan Baku Ramah Lingkungan Industry Tekstil Tanpa Emisi Karbon

Mengenal bahan baku ramah lingkungan di industry tekstil harus Anda lakukan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Industri tekstil yang bergerak untuk produksi kain, benang dan sejenisnya, terkadang masih menggunakan bahan tidak ramah lingkungan.

Padahal menjaga lingkungan adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap jenis industry. Setiap pabrik memiliki tujuan produksi untuk mendapat keuntungan, namun sebaiknya, keuntungan tetap didapatkan dengan cara membantu menjaga lingkungan.

 

Itu sebabnya, Lakumas sebagai pabrik yang bergerak di industry tekstil selalu menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Bahan seperti itu juga bisa diproduksi menjadi kain atau pakaian yang nyaman digunakan.

Dengan kata lain, menggunakan bahan yang ramah lingkungan akan membantu Anda mendapatkan pakaian terbaik sambil tetap menjaga kesehatan lingkungan sekitar, karena menggunakan bahan tertentu akan menghindari dampak dari emisi karbon.

5 Bahan Baku Ramah Lingkungan Industry Tekstil

Industry tekstil terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan pakaian. Berikut beberapa bahan untuk pembuatan benang, kain dan pakaian yang ramah lingkungan.

  1. Candimas

Candimas merupakan salah satu jenis benang dengan tekstur sangat halus dan sangat berkilauan, sehingga sering dipakai untuk membuat kain tenun. Benang ini memiliki komposisi utama yaitu serat kayu organic yang pohonnya sudah tersertifikasi.

Benang Candimas berperan besar membuat sebuah kain terlihat lebih cerah, apalagi jika sudah dicampur dengan pewarna kimia yang aman. Bagi orang Indonesia, candimas juga sering digunakan untuk membuat pakaian, karena teksturnya cocok untuk orang di negara tropis.

  1. Lyocell

Lyocell merupakan serat kayu halus atau disebut juga dengan bubur kayu. Lyocell diambil dari pohon terbaik dan menggunakan teknologi agar dapat mengurangi emisi karbon. Itu sebabnya Lyocell juga termasuk bahan tekstil ramah lingkungan.

Lyocell juga sering dikenal dengan nama Tencel. Lyocell bersifat lembut, ringan dan mampu membuat kulit bernafas. Dalam proses produksinya, Lyocell tidak memakai bahan kimia lain, bahkan tidak memakai pestisida untuk pertumbuhan, sehingga tidak akan menjadi limbah.

  1. Katun organic

Katun organic berasal dari pohon katun yang tumbuh tanpa pestisida dan pupuk kimia. Katun organic tumbuh dengan cara dijaga kesuburannya sehingga tidak memerlukan bantuan kimiawi. Oleh karena itu, katun organic sangat baik untuk dijadikan komposisi utama baju anak – anak.

Mengingat kulit anak – anak sangat sensitive, maka sudah seharusnya memakai katun organic. Banyak juga pabrik menggunakan katun organic sebagai bagian dari strategi rantai pasok lingkungan.

  1. Linen

Linen merupakan bahan industry tekstil yang aman dan paling sering digunakan saat ini, karena terlihat modern dan bahannya kuat. Linen dikenal sejak sangat lama, karena bisa digunakan untuk produksi pakaian jenis apa saja, mulai dari pakaian tidur, pakaian santai, dan lainnya.

Bahkan linen juga bisa digunakan untuk sprei, rasanya sangat lembut dan nyaman. Kebanyakan orang memilih linen karena bahannya yang kuat, bahkan jika sering dicuci, linen akan semakin kuat karena sifat aslinya adalah semakin kuat dalam keadaan basah.

  1. HEMP

HEMP terbuat dari serat tanaman bernama Cannabis Sativa dan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Tanaman tersebut dilestarikan tanpa menggunakan bahan kimia sehingga sangat aman. HEMP juga terasa sangat nyaman di kulit, melindungi dari bakteri dan tahan sinar UV.

Meskipun tidak banyak pabrik spinning mill yang menggunakan beberapa jenis bahan tersebut, namun masih ada pabrik yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk proses spinning mill sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Benang dan Tekstil Penentu Trend Fashion dan Desain Interior

Benang dan Tekstil Penentu Trend Fashion dan Desain Interior

Penggunaan benang sebagai bahan dasar fashion dan desain interior, seperti pada karpet dan berbagai hiasan lainnya tentu tidak sembarangan. Perlu seleksi ketat dan penyesuaian dengan kebutuhan demi menghasilkan produk berkualitas terbaik.

Hasil yang baik membuat produk memiliki kekuatan yang juga baik dan bisa digunakan dalam waktu lama. Jenis-jenis benang ada banyak, semuanya digunakan sesuai tujuan dan kebutuhan produk. Dalam hal fashion dan desain interior bisa disimak di sini.

Peran Benang dalam Fashion Berpakaian

Dalam menentukan trend fashion, pemilihan benang yang tepat akan mendorong suatu trend berpakaian. Beberapa benang yang digunakan untuk membuat pakaian, diantaranya benang jahit yang dibuat melalui proses pemutihan dan penghalusan secara khusus.

Bahan pakaian yang diproduksi terdiri dari dua macam, yakni bahan dengan serat alam dan bahan dengan serat sintetis. Demi mendukung trend berpakaian maka sebaiknya pihak produksi menyesuaikan benang dengan bahan yang digunakan.

Jika bahannya dari serat alam maka harus turut serta menggunakan benang berserat alam. Sebaliknya, jika menggunakan bahan sintetis maka dukungan benangnya juga dari bahan sintetis. Sutra dan katun menjadi bahan baku yang bersumber langsung dari alam.

Sementara itu bahan yang identik dengan sintetis atau buatan berupa nylon serta polyester. Umumnya, usaha konveksi menggunakan jenis bahan sintetis karena pertimbangan lebih halus serta daya tahannya lebih kuat dibandingkan wol maupun sutra.

Suatu trend fashion pada dasarnya ditentukan juga dari tingkat kerapian hasil jahitan. Model pakaian bisa beragam, namun semua akan terlihat bagus ketika jahitannya rapi. Terpenting adalah memilih warna benang senada dengan warna bahan supaya tidak bertabrakan.

Kemudian juga apabila ingin menambahkan motif pada kain maka upayakan memilih benang yang lebih mencolok pada bagian motifnya. Namun, jika ingin menghadirkan motif kontras maka bisa menyesuaikan pemilihan warna benang dengan pola pada pakaian.

Pada bagian tepi biasanya menggunakan benang obras untuk memastikan hasil jahitannya rapi dan kuat. Tapi, jika untuk kepentingan hijab atau pakaian yang lebih fleksibel biasanya konveksi akan lebih cenderung menggunakan benang wolsum atau nylon.

Ada lagi lebih unik, yakni mouline, benang dua warna yang disatukan untuk mendukung produksi pakaian. Untuk kebutuhan trend pakaian anak biasa juga digunakan melange dengan tekstur lebih tebal dan halus, berperan penting dalam penyematan motif.

Benang dalam Desain Interior Karpet

Untuk kebutuhan desain interior, tentu jenis benang yang digunakan berbeda dari kebutuhan fashion. Contohnya, pemanfaatan bahan tenun sebagai bahan dasar pembuatan karpet untuk diletakkan pada ruang tamu rumah maupun ruang kamar Anda.

Karpet saxony juga menambah daftar desain interior menarik di rumah. Teksturnya lembut dan padat, cocok digunakan untuk area bermain anak maupun area menyambut tamu di rumah. Dari segi estetika, saxony memiliki tipe desain tidak lekang oleh waktu.

Ada lagi jenis karpet bertekstur yang memiliki karakteristik hampir mirip dengan saxony. Bedanya, jika saxony begitu saja tanpa motif khusus, baga untuk jenis karpet bertekstur ini lebih memiliki motif khusus yang membuat visualnya terlihat lebih menarik.

Lebih menarik lagi jenis karpet interior pattern dengan padu padan warna-warni menarik. Patternnya bisa apa saja, tergantung konsep pembuatan karpetnya oleh pengrajin. Ketika konsep pattern sudah ditentukan maka nantinya arah jahitan benang tinggal menyesuaikan.

Frieze, selain digunakan sebagai desain interior rumah juga biasa menjadi alas untuk tangga di rumah. Masih banyak lagi rekomendasi bahan dan pattern karpet untuk melengkapi interior hunian yang salah satunya ditentukan oleh pemilihan benang secara tepat.