Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: Batik Nusantara

Sentuhan Lembut dan Sejuk Pada Batik dan Sustainable Fashion

Sentuhan lembut dan sejuk, akan dirasakan ketika Anda menggunakan pakaian berbahan baku benang Candimas. Benangnya biasa digunakan untuk bahan baku batik maupun suistainable fashion lainnya.

Batik merupakan kain bergambar dan cara pembuatannya dengan menerapkan malam pada kainnya. Batik juga merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat.

Sedangkan sustainable fashion merupakan konsep produksi garmen serta pakaian yang ramah lingkungan sehingga tidak mengotori alam. Tidak hanya alam, tapi juga kepada para pegawai dan pengrajinnya karena aman bagi kulit.

Perkembangan fashion yang lebih baik mendorong pengrajin dan konsumen untuk semakin peduli terhadap bahan baku pakaiannya. Dari situ, masyarakat akhirnya memilih konsep sustainable yang lebih ramah terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Benang Candimas Dikatakan Nyaman, Intip Keunggulan Lainnya

Fesyen merupakan penampilan yang diperlihatkan oleh seseorang mulai dari pakaian, aksesoris, tas, sepatu dan lainnya. Namun, hal paling utama dari fashion adalah pakaian karena merupakan kebutuhan primer manusia.

Pakaian batik, sustainable, maupun lainnya membutuhkan bahan baku yang berkualitas seperti benang candimas. Mengapa bisa begitu? Simak penjelasan mengenai keunggulan dari benang candimas di dalam industri tekstil Indonesia.

1.     Tampilan Cerah dan Seperti Sutra

Seperti diketahui bahwa sutra merupakan bahan yang memiliki nilai prestigiousnya tersendiri. Tampilannya premium serta proses pembuatannya yang terbilang kerja tangan alam membuat jenis benang satu ini menjadi bernilai sangat mahal.

Solusi dari harga sutra yang mahal ini adalah dengan menggantinya ke benang Lakumas jenis candimas. Benang dengan tampilan cerah serta memiliki kelembutan sama seperti sutra sehingga memberikan kenyamanan ketika digunakan.

2.     Nyaman digunakan Pada Kulit

Memiliki kelembutan sama seperti bahan Sutra, candimas Anda coba untuk membuat pakaian. Efek halus dan kelembutan sutra yang mewah akan terasa pada benang milik Lakumas satu ini.

Kenyamanan dan kelembutan bahan pakaian menjadi salah satu hal penting terutama pada pakaian seperti batik. Hal ini dikarenakan kebanyakan pengrajin menggunakan bahan panas sehingga masyarakat enggan untuk menggunakannya.

3.     Penyerapan Pewarna yang Sangat Baik termasuk Pewarna Alami

Seperti diketahui, ada banyak warna pada pakaian batik yang membuatnya menjadi menarik. Sebagai pengrajin batik, Anda harus memilih bahan dengan daya serap baik sehingga warna yang dihasilkan terang.

Ketika menggunakan bahan candimas, proses pewarnaan akan menjadi lebih mudah dan tidak memakan waktu banyak. Hal ini dikarenakan daya serap tinggi termasuk ketika menggunakan pewarna alami, dengan begitu hasilnya maksimal.

4.     Daya Serap yang Kuat

Tidak hanya baik dalam menyerap pewarnaan, tapi benang Candimas juga sangat baik pada penyerapan keringat. Dengan begitu, penggunanya tidak akan merasa kepanasan karena keringat terserap secara sempurna.

Bahan seperti ini sangat bagus jika digunakan pada pakaian batik dan juga sustainable fashion. Bahan seperti ini juga biasanya hanya akan didapatkan ketika menggunakan sutra, katun, dan benang premium lainnya.

5.     Mendukung Jalannya Produksi Berkelanjutan

Praktik fashion yang saat ini sedang dikembangkan dan banyak dipilih masyarakat karena mengedepankan nilai-nilai berkelanjutan. Bukan hanya mengedepankan aspek lingkungan saja, tapi juga kemanusiaan terutama para pengrajinnya.

Benang candimas mampu menekan berbagai dampak negatif yang mungkin saja ditimbulkan dari perindustrian tekstil. Dengan menggunakan benangnya, Anda sudah turut membantu mengurangi limbah kimia tekstil berbahaya bagi lingkungan.

Berbicara tentang dunia industri tentu tidak akan ada habisnya terutama pada batik dan sustainable fashion. Benang candimas bantu berikan sentuhan lembut dan sejuk pada pakaian batik dan fashion berkelanjutan Indonesia.

Batik dan Berbagai Produk Kain Tekstil Khas Indonesia

Bukan rahasia umum lagi bahwa batik Indonesia sudah terkenal hingga manca negara dan menjadi identitas khas. Tidak hanya itu, produk tekstil lainnya juga tidak kalah pamor dari batik. Bahkan, perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ada di Indonesia.

Tekstil adalah suatu produk yang menggunakan bahan fleksibel dengan menggunakan bahan dasar yakni benang. Kemudian benang tersebut ditenun untuk menghasilkan sebuah produk yang bisa digunakan misalnya pakaian atau kerajinan.

Terdapat banyak produk tekstil di Indonesia serta ribuan pabrik yang mengolah bahan ini untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat. Sebut saja kain tenun, sarung dari berbagai daerah dan lainnya.

Berbagai Macam Produk Tekstil Indonesia

Beberapa produk tekstil Indonesia telah dikenal di berbagai negara dan menjadi ciri khas asli Indonesia. Berikut adalah enam belas produk tekstil.

  1. Kain Batik

Kain ini telah dinobatkan sebagai warisan kemanusiaan kategori Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO tepatnya paa 2 Oktober 2009 lalu. Jadi, sudah jelas popularitasnya tidak dapat disepelekan.

  1. Kain Tenun NTT

Kain Tenun NTT adalah produk khas dari Nusa Tenggara Timur. Untuk penggunaan warnanya menggunakan pewarna alami yang berasal dari alam misalnya dari akar pohon atau berbagai jenis dedaunan.

  1. Sarung Goyor

Sarung goyor merupakan sarung yang diproses dengan cara tenun ikat. Istimewanya sarung Goyor mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan cuaca. Saat musim hujan akan menghangatkan dan musim panas akan menyejukkan.

  1. Sarung Bugis

Memiliki banyak motif menarik dan enak dipandang, sarung bugis merupakan kerajinan asli dari provinsi Sulawesi Selatan. Bahan benang yang digunakan diproses dari ulat sutera sehingga sangat alami.

  1. Tenun Ikat Bali

Di antara 6 jenis kain tenun ikat Bali, endek menjadi terpopuler. Endek memiliki nilai sejarah panjang dan memiliki makna simbolik yang dianggap sakral sehingga hanya boleh digunakan oleh orang tertentu.

  1. Gringsing

Satu lagi berasal darii Bali yakni kain gringsing. Ini disebut sebagai warisan dari budaya kuno Bali dan masih eksis hingga sekarang. Katanya diambil dari 2 kata yakni gring artinya sakit sedangkan sing berarti tidak. Dengan begitu menggunakannya bisa terhindar dari hal negatif.

  1. Tenun Dayak

Tenun Dayak tampil dengan ciri khas warnya yang mencolok. Paduan warna cerah ini disusun dengan motif berbentuk pola simetris.

  1. Ulos

Berasal dari Batak, Sumatera Utara, ulos merupakan pakaian khas dari Indonesia. Kata Ulos berasal dari Batak yang memiliki arti kain. Proses pembuatannya sama dengan pembuatan songket khas daerah Palembang yakni tanpa mesin. Jadi, untuk harganya cukup tinggi.

  1. Songket Lombok

Masih tanpa mesin, songket Lombok juga dikerjakan secara manual dengan menggunakan alat tenun tradisional. Masyarakat Sasak merupakan penghasil dari produk ini. saat berkunjung ke Lombok, Anda bisa menemukan ini di daerah pedesaan.

  1. Sasirangan

Bergeser ke pulau Kalimantan tepatnya Kalimantan Selatan. Terdapat sebuah kain tradisional khas daerah tersebut dinamakan sasirangan. Sehingga, motif yang dihasilkan di buat dari teknik jelujur.

  1. Kain Tapis

Selanjutnya ada kain tapis yang memiliki motif dari alam berupa hewan atau tumbuhan. Ini dibuat dengan cara ditenun menggunakan benang kapas.

  1. Tenun Ulap doyo

Tenun ulap doyo memakai serat daun doyo sebagai bahan utama pemb

uatannya. Inilah yang menjadikan namanya demikian. Pemilihan daun doyo sebagai materialnya karena dianggap akan lebih kuat saat dijadikan benang.

  1. Poleng

Pernahkah Anda melihat secara langsung atau dalam sebuah video pada saat ada upacara di Bali terdapat kain dengan motif kotak-kotak hitam putih? Kain ini dinamakan poleng ini merupakan kain khas dari Bali dan sangat ikonik.

  1. Jumputan

Jumputan merupakan teknik membuat motif pada kain. Caranya dengan mengingat kain lalu akan di celupkan. Ini banyak di temui di daerah Yogyakarta dan Surakarta.

  1. Kain Jepara

Jepara menjadi salah-satu daerah penghasil kain tenun. Sebut saja daerah Troso yang menjadi sentra tenun ikat. Banyak produk yang dihasilkan dengan motif menarik misalnya saja motif khas Jawa.

  1. Besurak

Kain Besurak merupakan warisan budaya takbenda berasal dari Bengkulu tahun 2015. Besurek biasanya digunakan dalam upacara pernikahan, kelahiran dan kematian.

Itu dia berbagai macam produk tekstil yang dihasilkan di Indonesia. Tidak hanya sebagai warisan, berbagai produk tekstil khas Indonesia digunakan pada kehidupan sehari-hari misalnya saja kain batik.

Mengenal Jenis Batik Tegalan yang Sudah Pupuler Sejak Lama

batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dengan memiliki banyak jenis. Batik tegalan jadi salah satu jenis yang paling populer saat ini.

Hari Batik selalu diperingati setelah ditetapkan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO 2009 lalu. Sejak saat itu, pakaian khas ini jadi lebih terkenal.

Seperti yang sudah diketahui, batik telah ada sejak ribuan tahun lalu. Di masa lalu, pakaian ini dianggap sebagai sebuah simbol dari penguasa. Misalnya saja di kawasan Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Menariknya, saat ini ada banyak sekali jenis batik yang ada di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki corak masing-masing dan membuat kekayaan batik bertambah. Salah satu yang cukup populer adalah Tegalan.

Perkembangan Batik Tegalan yang Perlu Diketahui

Jika dilihat dari perkembangannya, motif Tegalan tidak terlepas dari masa Mataram Islam. Pada saat itu, Sultan Amangkurat 1 sedang melakukan pelarian. Di saat yang sama dia juga membawa pengrajin batik.

Beberapa waktu kemudian, pengrajin batik tersebut mulai membuat motif baru. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat sekitar. Terutama yang cenderung lebih banyak memiliki pekerjaan sebagai petani dan peternak.

Perkembangannya semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Apalagi dibentuk sebuah Sekolah Kepandaian Putri di sekitar daerah tersebut. Salah satu hal yang diajarkan adalah bagaimana membuat kain batik.

Menjelang masa kemerdekaan, batik khas Tegalan jadi semakin populer. Pedagang lokal dan pedagang china banyak menjual kain unik tersebut. Akhirnya, batik khas Tegalan menyebar ke berbagai daerah.

Corak Batik Khas dari Tegalan

Jika diperhatikan, b

atik khas Tegalan ini memiliki 2 motif utama, motif klasik dan pengembangan. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing. Lebih lengkapnya dapat Anda baca di bawah ini:

  1. Motif klasik

Motif ini merupakan pola awal yang diperkenalkan sejak masa Amangkurat 1. Umumnya, motif klasik mengambil objek berupa fauna dan flora sebagai simbolisasi. Motif klasik sendiri masih dibagi lagi jadi 2.

Pertama, klasik irengan lebih dominan menggunakan warna gelap seperti hitam, cokelat, hingga biru tua. Dalam klasik irengan, biasanya objek yang digambar merupakan flora yang ada khas daerah tersebut.

Daerah tersebut memang memiliki banyak flora khas. Hasil bumi juga sering dijadikan sebagai objek gambar dalam membuat motif. Beberapa diantaranya adalah jahe-jahean, kawung melinjo, cempaka mulya, hingga cempaka putih.

Kedua ada klasik bangjo yang memanfaatkan warna lebih cerah seperti merah, cokelat, hingga kuning. Bahkan, ada juga pengrajin yang menggunakan warna hijau dan warna biru.

Umumnya, klasik bangjo memiliki motif gambar lebih variatif. Bukan hanya flora saja, melainkan juga fauna. Beberapa motif diantaranya adalah semut runtung, buntut bajing, tumbar bolong, hingga wadas gempal.

  1. Motif pengembangan

Sedangkan untuk motif pengembangan biasanya terbentuk karena perpaduan dengan batik lain. Biasanya, pola Solo dan pola Cirebon lebih banyak memberikan pengaruh batik khas Tegalan ini.

Nilai Batik Khas dari Tegalan

Sama seperti jenis kain batik lainnya, motif Tegalan memiliki banyak nilai. Jika melihat dari sejarahnya saja, maka kain ini jadi bukti eksistensi Kerajaan Mataram Islam.

Di sisi lain, Tegalan sering dijadikan sebagai simbol dari masyarakat tersebut. Penggambaran motif merupakan salah satu bukti dari hal tersebut. Tidak terkecuali dengan adanya motif flora fauna pada Tegalan.

Motif tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi alam di sekitar. Misalnya, motif kapas merupakan bentuk apresiasi bahwa masyarakat sekitar sering menjumpai pohon tersebut. Begitu juga dengan gambar dari objek lainnya.

Jika dilihat secara keseluruhan, kain ini cukup populer di Indonesia. Motifnya lebih bervariasi dengan kombinasi pewarnaan akurat. Sedangkan kainnya sendiri lebih kuat dari pada kain lainnya.

Tegalan memang jadi salah satu jenis batik yang populer di Indonesia. Banyak pengrajin membuatnya dengan memberkan kombinasi. Terutama dengan menambahkan motif khas dari daerah Tegal.

Bahan kain biasa terbuat dari katun, mori atau sejenisnya yang adem saat dipakai. Namun saat ini sudah dicari juga oleh beberapa pembatik kain berbahan tencel dan rayon yang bisa digunakan sebagai alternatif bahan batik. Lakumas memproduksi benang candimas yang berbahan tencel dan juga memproduksi benang rayon yang sudah terjamin kualitasnya dan digunakan oleh beberapa pengrajin.

Mengenal Sejarah dari Batik Nusantara yang Sudah Mendunia

Batik Nusantara merupakan salah satu warisan dunia yang telah diakui. Memiliki banyak jenis dan corak yang membuatnya jadi salah satu warisan paling penting.

Batik Nusantara telah lama dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Pada 2009, UNESCO telah menetapkannya sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Herritage of Humanity.

Sejak saat itu, kain khas nusantara ini lebih banyak dikenal oleh dunia. Bahkan, beberapa tokoh dunia juga sering mengenakan pakaian batik asal Indonesia. Hal ini tentu saja sebagai apresiasi besar.

Di sisi lain, batik sendiri jadi salah satu peninggalan yang paling dibanggakan. Kain ini jadi salah satu simbol bagaimana masyarakat dahulu memiliki keharmonisan dengan alam. Penasaran? Berikut sejarah batik.

Sejarah dari Batik Nusantara Indonesia

Jika dilihat dari sejarahnya, maka kain corak ini telah ada sejak masa klasik Indonesia. Umumnya, ini dipakai sebagai salah satu atribut kerajaan. Terlihat dari beberapa literatur yang telah diterjemahkan.

Pada perkembangan yang lebih modern, kain kemudian diperjualbelikan oleh pedagang lokal. Di masa kemerdekaan, kain ini dipakai untuk bahan baku pakaian. Kain ini terus berkembang jadi lebih besar.

Melihat pentingnya batik, akhirnya Presiden Soekarno pertama kali memperkenalkan warisan khas Indonesia ini pada saat konferensi PBB. Setelah itu, batik kemudian didaftarkan untuk status Intangible Culture Herritage.

Perjalanan panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2009, pengajuan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia akhirnya diterima. Secara resmi, pengakuannya dilakukan pada sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah di Abu Dhabi.

Bahan Kain Batik yang Sering Digunakan

Dalam perkembangannya, kerajinan menggunakan berbagai jenis kain. Umumnya, setiap daerah menggunakan jenis kain berbeda-beda. Hal ini karena biasanya karakter dan motif dari setiap batik berbeda-beda.

  1. Dobby

Dobby merupakan salah satu jenis kain yang didapatkan dari kombinasi katun serta polyester. Kombinasi tersebut membuat Dobby memiliki banyak motif. Beberapa diantaranya adalah baron, crystal, kotak-kotak, hingga herringbone.

  1. Serat nanas

Secara umum, serat nanas memiliki karakteristik permukaan lebih kasar. Namun, serat nanas sudah sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan batik. Batik dari serat nanas dinilai lebih eksklusif.

  1. Mori

Kain mori jadi salah satu yang paling banyak digunakan. Banyak pengrajin menggunakan mori karena memiliki ketebalan dan kerapatan sempurna. Biasanya, mori sering untuk batik tulis, cap, ataupun sablon.

  1. Rayon

Dibuat dari serat selulosa, rayon memiliki karakteristik mirip seperti bahan kapas. Memang, rayon tidak sebagus katun, tapi masih memiliki beberapa keunggulan lain. Salah satu kelebihannya adalah daya serap keringat tinggi.

Jenis-jenis Batik yang Memiliki Motif Beragam

Karena setiap daerah memiliki batiknya masing-masing, ada banyak sekali daerah penghasil batik. Umumnya, daerah Jawa Tengah memiliki lebih banyak daerah penghasil, sebut sala Solo, Tegalan, dan sebagainya.

  1. Solo

Salah satu jenis yang sangat terkenal adalah batik Solo. Karakteristik dan keistimewaannya sudah tidak perlu diragukan kembali. Apalagi, motifnya kebanyakan tidak jauh dari unsur budaya sekitar.

  1. Tegalan

Tegalan merupakan salah satu jenis warisan yang juga sangat populer. Kebanyakan menggunakan motif flora dan fauna. Banyak pakaian kasual saat ini terbuat dari motif Tegalan.

  1. Pekalongan

Ada juga motif Pekalongan yang banyak dijual oleh pedagang lokal. Dari sisi karakteristik, motif Pekalongan jauh lebih variatif. Banyak juga dijual dalam bentuk lembaran kain.

Motif Batik yang Sangat Bervariasi

Umumnya, hampir semua batik memiliki motif flora dan fauna. Hal tersebut karena pada dasarnya warisan merupakan bentuk hubungan antara manusia dengan alam. Wajar jika flora dan fauna sering dipakai.

Namun, ada juga beberapa jenis yang menggunakan motif geosentris. Bahkan, di beberapa daerah juga sering dijumpai motif cakra. Memang, tidak ada batasan dalam motif dalam membuat batik.

Batik memang jadi salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Keunikannya mampu membuatnya diakui sebagai warisan dunia. Corak dan motifnya jadi salah satu hal paling menarik.