Hi, How Can We Help You?

Tag Archives: 5R

LAKUMAS WORK: PELATIHAN dan PRAKTEK 5R meningkatkan Kinerja Karyawan

Jumat, 22 April 2022 merupakan hari yang cukup spesial bagi 22 orang karyawan PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati. Hal itu karena adanya pelatihan Training 5R dengan materi pembahasan kemampuan berkomunikasi (Communication Skill) yang mereka dapatkan. On Site Training ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian pelatihan dan implementasi 5R bersama Bapak Hengkie Ong.

Adapun peserta yang terdiri dari level Sub Leader, Kepala Shift/Leader, Kepala Produksi, Kepala Pabrik dan Management Representative. Dengan lengkapnya level jabatan dan divisi/departemen yang ikut serta dalam pelatihan ini, di harapkan komunikasi antar jenjang jabatan dan antar divisi  bisa lebih baik sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai. Hal ini juga sejalan dengan harapan dari HR Manager Bapak Khi Shin, menurut beliau komunikasi itu penting agar hal yang disampaikan bisa dimengerti dengan cukup baik, dengan adanya komunikasi yang baik dapat bermanfaat untuk mendukung terwujudnya tujuan perusahaan.

PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati percaya kekuatan komunikasi dalam implementasi 5R adalah salah satu kunci keberhasilan. Kedepannya pemahaman akan suatu hal, selain 5R akan bisa lebih cepat dimengerti secara umum untuk kehidupan sehari-hari maupun hal pekerjaan. Peningkatan kemampuan karyawan dalam hal soft skills dan hard skills merupakan tanggung jawab Departemen Sumber Daya Manusia (HRD) untuk menyesuaikan kebutuhan karyawan yang unggul dan bermanfaat bagi perusahaan.

Selain Karung Goni, Ini Limbah yang Dapat Dimanfaatkan

pentingnya pengelolaan limbah industri membuat banyak ide kreatif muncul. Misalnya saja mengubah karung goni menjadi produk bernilai, seperti tas bansos.

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang banyak membuat atribut, misalnya spanduk. Sayangnya, industri ini banyak dinilai memberikan dampak negatif, baik bagi kesehatan maupun lingkungan.

Seperti yang sudah diketahui, industri ini dekat dengan zat kimia. Faktor kesehatan membuat beberapa orang menilai bekerja di tempat tersebut tidak aman. Risiko kesehatan dapat terjadi kapan saja.

Di sisi lain, keprihatinan terhadap lingkungan juga membuat banyak orang mulai melakukan gerakan secara massal. Gerakan limbah tekstil digalakkan demi mengurangi dampak lingkungan akibat industri tersebut.

Bahaya Limbah Tekstil yang Dapat Mengancam Kesehatan

Faktanya, limbah bahan kimia jadi salah satu ancaman paling nyata yang harus diwaspadai. Limbah dari industri teksi, baik saat masa awal hingga disposal patut jadi perhatian.

Secara umum, limbah dari industri ini memiliki 3 bentuk, padat, cair, dan gas. Ketiganya bisa jadi limbah bahkan saat masa proses industri. Ditambah beberapa orang juga ikut terlibat menyumbang limbah.

Salah satu yang paling banyak menyumbang presentase kerusakan adalah limbah padat. Kain, aksesoris, hingga berbagai bahan habis pakai banyak dijumpai. Misalnya goni yang sudah tidak terpakai.

Limbah cair juga ikut menyumbang bahaya di sekitar masyarakat. Pewarna yang digunakan menggunakan zat kimia berbahaya. Sebut saja senyawa seperti NaOH, H2O2, Na2CO3, CMC hingga PVA.

Sedangkan untuk limbah yang berbentuk gas biasanya muncul dari asap mesin industri. Asap tersebut mampu merusak lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan. Selain itu, gas yang dihasilkan juga bersifat B3.

Pengelolaan Limbah dari Spanduk Kain

Ini merupakan salah satu limbah tekstil yang cukup banyak dijumpai. Umumnya, produk ini sering dipakai hanya saat momen-momen tertentu saja. Sebut saja ketiga acara Agustusan, menjelang pemilu, atau momen lain.

Setelah momen itu berakhir, biasanya atribut tersebut hanya dijadikan limbah. Sayangnya, banyak orang orang tidak menyadari potensi ekonominya. Atribut ini dapat disulap jadi sebuah produk baru bernilai ekonomi.

Salah satu yang paling banyak dijumpai adalah membuat tas belanjaan. Beberapa pengrajin mengubah atribut tersebut jadi lebih menarik. Dengan sentuhan kreatifitas dan inovasi baru, tas ini jadi bernilai tinggi.

Daur Ulang Tas Bansos yang Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tas bantuan presiden bansos sering dijadikan limbah. Hal ini terjadi karena tas tersebut tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Padahal, jika Anda mampu mengolahnya justru menguntungkan.

Banyak pengrajin menggunakan tas bansos sebagai bahan baku membuat kerajinan. Beberapa diantaranya adalah anyaman, syal, dan souvenir lain. Bahkan, terkadang juga dibuat sebagai tas modis terbaru.

Anda dapat mengumpulkan limbah tersebut dan kemudian mencucinya. Tas bansos dapat di daur ulang menjadi tas belanja dengan bentuk lebih menarik. Hanya perlu menambahkan sentuhan kreatifitas dan inovasi saja.

Daur Ulang Goodybag yang Sering Dijumpai

Goodybag juga sangat sering dijumpai sebagai sebuah limbah meresahkan. Biasanya, goodybag sering dibuang ke sungai. Hal ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan banjir yang parah.

Anda dapat mencoba melakukan daur ulang goodybag. Caranya, cukup kumpulkan goodybag dan berikan sentuhan kreatifitas. Biasanya, pengrajin membuat daur ulang goodybag menjadi gelang kain atau aksesoris lainnya

Aksesoris lainnya adalah membuat dompet kain. Faktanya, banyak orang memilih menggunakan dompet kain karena terlihat lebih vintage. Manfaatkan peluang ini untuk mengurangi limbah tekstil goodybag.

Anda juga dapat membuat tas pinggang menggunakan limbah goodybag. Tentu Anda juga membutuhkan bahan lainnya supaya terlihat lebih menarik. Dengan begitu, aksesoris yang Anda buat memiliki nilai lebih.

Pentingnya dalam pengolahan limbah industri memang semakin mendesak. Anda perlu ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Misalnya saja memanfaatkan karung goni untuk di daur ulang menjadi produk bernilai ekonomis.