Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Nilai Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Covid 19

Jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momen untuk mengingatkan diri mengenai pentingnya pengamalan nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi momen bagi masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai Pancasila. Sebab sebagai sebuah dasar negara, Pancasila adalah dasar dari identitas setiap Warga Negara Indonesia.

Pancasila bukanlah sebuah simbol semata. Di balik kelima sila yang terdapat di dalamnya, Pancasila adalah nilai-nilai yang harus dijunjung seluruh masyarakat. Namun sayangnya pemahaman tersebut seakan semakin memudar.

Pemahaman mengenai Pancasila seringkali terhenti pada hafalan bunyi kelima sila. Namun makna dan arti yang dimiliki oleh setiap sila tersebut seperti diabaikan oleh kebanyakan masyarakat terlebih di kondisi pandemi sekarang.

Padahal baik dalam kondisi normal maupun pandemi, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus tetap dilakukan. Berikut adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap dapat dijunjung di dalam keadaan pandemi.

Nilai Penting Hari Kesaktian Pancasila

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa Pancasila adalah ideologi negara. Sebagai sebuah ideologi negara, Pancasila juga harus diyakini, dijunjung dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Pancasila dapat diibaratkan sebagai pilar yang menjadi dasar dari negara Indonesia. Pancasila memiliki tugas untuk menjaga kedaulatan Indonesia serta seluruh aspek kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Hari nasional yang diadakan setiap tanggal 1 Oktober ini memiliki fungsi ini mengingatkan setiap elemen masyarakat akan nilai-nilai Pancasila. Bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang tidak bisa digantikan.

Dengan mengingat hal tersebut, harapannya adalah seluruh elemen masyarakat menerapkan nilai Pancasila pada kehidupan mereka. Maka dengan begitu, akan tercipta kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Bentuk Pengamalan Nilai Pancasila Dalam Keadaan Pandemi

Kondisi pandemi membuat banyak orang lupa akan nilai-nilai Pancasila. Padahal nilai-nilai Pancasila tetap dapat diamalkan selama pandemi. Berikut ini adalah bagaimana nilai Pancasila tetap dapat dijunjung selama pandemi.

  1. Berkeyakinan Kepada Tuhan

Dengan tetap memegang nilai-nilai ketuhanan di dalam kehidupan, Anda bisa mengamalkan nilai sila ke-1 dari Pancasila. Jalani kehidupan Anda sebagaimana perintah agama yang dianut sebagai bentuk keyakinan terhadap Tuhan.

  1. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kecintaan terhadap sesama manusia harus tetap dimiliki selama pandemi. Dengan saling berbagi, tolong menolong dan menghindari bentuk konflik. Dengan menjalankan itu semua, maka kondisi pandemi bisa dilewati dengan baik.

  1. Persatuan Indonesia

Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari berbagai macam suku. Menjaga kerukunan antar suku dan agama dan saling merangkul untuk mengatasi kondisi pandemi sangatlah diperlukan.

Dengan kekuatan kesatuan yang dimiliki Indonesia, harusnya kondisi pandemi bisa dilewati tanpa masalah besar. Namun sayangnya, banyak orang yang lupa akan nilai ini dan lebih mementingkan diri sendiri.

  1. Hikmat Kebijaksanaan

Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung nilai musyawarah. Setiap tantangan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia akan dapat diatasi dengan cara musyawarah. Begitu juga dalam menghadapi masalah pandemi saat ini.

  1. Keadilan Sosial

Seluruh lapisan masyarakat Indonesia terdampak oleh pandemi. Oleh karena itu kita harus memiliki nilai keadilan di dalam diri untuk sosial. Yaitu dengan saling berbagi dan menolong.

Kebijakan harus dibuat dengan memperhatikan seluruh masyarakat Indonesia. Orang-orang yang berlebih harus mengulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan. Setiap lapisan masyarakat harus menjalankan kebijakan dengan baik.

Sebagai sebuah dasar negara, Pancasila memiliki tempat yang sangat berarti bagi Indonesia. Tanpa adanya Pancasila, maka kedaulatan Indonesia dapat runtuh. Oleh karena itu kita harus menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Cara paling sederhana yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengamalkan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan begitu, Hari Kesaktian Pancasila akan lebih memiliki arti dan makna daripada hanya sebatas simbolis.

Miliki Jantung Sehat Meski Hanya di Rumah Selama Pandemi

Dengan melakukan beberapa hal berikut ini, Anda akan tetap memiliki jantung sehat meski hanya beraktivitas di rumah saja selama pandemi Covid 19.Banyak pihak yang melakukan sosialisasi untuk terapkan protokol kesehatan 5M. Namun selain menjalankan protokol tersebut, terdapat beberapa hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Karena selama berlangsungnya pandemi Covid 19, tentu Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan pada orang-orang yang diwajibkan WFO, tidak ada alasan untuk keluar rumah.

Sementara banyak anggapan bahwa berdiam diri di rumah tidak baik untuk kesehatan. Khususnya kesehatan pada organ dalam seperti jantung. Lalu bagaimana cara agar jantung tetap sehat meski di rumah saja?

Jika Anda memiliki pertanyaan tersebut, maka Anda berada di tempat yang tepat. Karena dalam artikel ini, kami akan menjabarkan cara untuk menjaga kesehatan jantung meski hanya di rumah saja.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung untuk Mendapatkan Tubuh Kuat

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan jantung, sebelumnya kami akan menjelaskan nilai penting melakukannya. Karena masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya ha ini.

Tentu Anda sudah memahami bahwa jantung adalah pusat tubuh. Fungsi utama jantung adalah mengirimkan darah ke seluruh tubuh. Jika jantung lemah, maka proses peredaran darah akan terganggu.

Hal ini tentu akan berefek pada tubuh baik disadari maupun tidak. Karena untuk beraktivitas, tubuh manusia memerlukan oksigen yang dihantarkan oleh darah. Dengan gangguan jantung akan membuat aliran oksigen terhambat.

Jantung yang lemah juga akan membuat Anda kesulitan untuk melakukan berbagai jenis olahraga. Padahal berolahraga sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi seperti sekarang.

Sebab untuk dapat berolahraga dengan maksimal, tubuh harus mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Sehingga kerja paru-paru dan jantung akan mengalami peningkatan saat Anda melakukan olahraga.

Hal ini juga yang membuat jantung berdetak lebih kencang saat berolahraga. Bahkan Anda bisa merasakan jantung berdebar dengan begitu kencang setelah melakukan beberapa olahraga berat.

Dengan menjaga kesehatan jantung, Anda bukan hanya mendapatkan tubuh sehat. Tetapi Anda juga akan mampu mendapatkan daya tahan tubuh untuk terlindung dari infeksi virus Covid 19.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung Meski di Rumah Saja

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar kesehatan jantung terjaga dan kuat. Berikut adalah beberapa cara menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan jantung meski hanya di rumah.

  1. Hindari Rokok & Alkohol

Berada di rumah saja membuat Anda memilki lebih banyak waktu luang. Sayangnya banyak orang bingung bagaimana cara memanfaatkan waktu luang tersebut. Akhirnya mereka memilih merokok dan meminum alkohol.

Padahal kedua hal tersebut memiliki efek buruk pada jantung. Oleh karena itu, Anda perlu menghindarinya untuk menjaga kesehatan jantung. Carilah hal lain yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu luang.

  1. Melakukan Olahraga Secara Teratur

Salah satu aktivitas bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang dan menjaga kesehatan jantung adalah berolahraga. Sebab meski di rumah, Anda tetap bisa melakukan beberapa jenis olahraga.

Mulai dari melakukan kardio, senam atau olahraga lainnya dengan intensitas menengah. Selagi jantung Anda masih sehat, maka Anda perlu sering melakukan berbagai aktivitas fisik meski hanya di rumah saja.

  1. Menjaga Asupan Makanan

Makanan adalah salah satu hal yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung. Selain bermanfaat untuk jantung, asupan makanan yang baik juga akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Pandemi Covid 19 menuntut banyak orang untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah saja. Hal ini berpotensi memunculkan beragam penyakit seperti salah satunya adalah penyakit jantung.

Oleh karena itu Anda perlu melakukan berbagai kegiatan seperti di atas demi menjaga kesehatan jantung. Karena jantung sehat sangatlah penting dalam menjaga tubuh terlebih di kondisi pandemi seperti sekarang.

Selain Sutera, Ini Bahan Baku Tenun yang Banyak Dipakai

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi. Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan. Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai. Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai. 1.	Katun Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing. Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus. Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik. Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun. 2.	Rayon Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey. Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah. Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun. 3.	Tencel Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak. Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas. Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa. 4.	Acrylic Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal. Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat. Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik. Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

Saat ini, banyak kain tenun dibuat dari serat alami maupun serat sintetis. Seperti yang sudah diketahui, kain tenun jadi salah satu komoditas tekstil paling dicari. Nilai dan keistimewaannya sangat tinggi.

Ada banyak sekali jenis tenun yang sangat terkenal hingga luar negeri. Tenun Sumba, Bali dan Toraja memiliki nilai tertinggi karena karakter istimewanya. Ketiganya memiliki corak khas yang melambangkan keharmonisan.

Bukan hanya coraknya saja, tapi juga benang yang digunakan tidak sembarangan. Umumnya, mereka menggunakan serat dari alam seperti serat selulosa. Namun, sebenarnya masih banyak lagi jenis benang yang sering dipakai.

Benang yang Sering Dipakai atau Digunakan

Faktanya, sampai saat ini ada banyak sekali jenis benang maupun kain. Beberapa diantaranya merupakan bahan semi-sintetis dari gabungan 2 jenis benang. Berikut beberapa jenis kain yang sering dipakai.

  1. Katun

Cotton sebenarnya merupakan kain yang cukup banyak dijumpai. Selain itu, cotton juga memiliki banyak varian lain mulai dari jenis biasa, combed, dan sebagainya. Setiap jenis tentu memiliki perbedaan masing-masing.

Misalnya adalah cotton combed yang merupakan jenis cotton biasa, tapi ada penyisiran pada bagian akhir. Hasilnya, serat-serat kapas pada permukaan dapat dihilangkan serta menjadikan cotton combed jadi lebih halus.

Ada juga japanese cotton yang merupakan 100% dari bahan organik sekitar. Karena menggunakan bahan organik, teksturnya juga jauh lebih halus. Bahkan, tingkat penyerapan keringat juga sangat baik.

Ada juga jenis toyobo dengan karakter tebal serta lebih glossy. Meski lebih tebal, tapi ketika digunakan tidak mudah gerah. Hal ini juga yang membuatnya banyak dipakai untuk membuat tenun.

  1. Rayon

Secara teknis, ini merupakan benang yang terbuat dari serat kayu atau serat selulosa. Namun, dengan adanya kombinasi menggunakan bahan lain membuatnya memiliki banyak jenis mulai dari spandex hingga jersey.

Spandex sendiri umumnya memilki karakteristik warna cerah dan mampu lekuk badan. Di sisi lain, tekstur permukaannya cukup lembut dan lentur. Biasanya juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis yang cocok untuk membuat jersey. Dari sisi karakteristik, jersey memiliki sifat melar dan mengkilap. Permukaannya sangat lembut meskipun daya serapnya sangat rendah.

Kombinasi lain adalah yang menghasilkan PE. Tekstur luarnya cukup kasar sehingga mudah untuk robek. Selain itu, ketika digunakan juga terasa cukup panas sehingga jarang dipakai untuk membuat tenun.

  1. Tencel

Sama seperti bahan kain lainnya, jenis satu ini juga memiliki beberapa varian. Umumnya, banyak industri tekstil juga mengkombinasikannya dengan bahan lain. Jadi, varian dari kain untuk tenun jauh lebih banyak.

Misalnya, jenis lyocell memiliki karakteristik yang nyaman dan lembut. Daya serapnya juga sangat baik sehingga banyak digunakan. Lyocell juga sering dipakai untuk membuat tenun khas.

Ada juga jenis tencel-modal yang juga memiliki permukaan lembut dan nyaman. Bahkan, ini lebih lentur dari pada lyocell. Baik lyocell maupun modal merupakan olahan dari pelarutan serat selulosa.

  1. Acrylic

Akrilik banyak dikenal juga dengan nama cashmillon, vannel, hingga orlon. Meski penyebutannya berbeda, tapi karakteristiknya sama. Akrilik memiliki kemiripan dengan kain wol dan membuatnya sering digunakan sebagai syal.

Karakteristik tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat kain tenun. Banyak daerah lebih memiliki akrilik karena lebih baik dari sisi kualitas. Terutama karena lebih tebal dan hangat.

Namun, akrilik justru jarang digunakan untuk tenun biasa. Jika tenun tersebut diproduksi secara massal dan untuk diperjualbelikan, biasanya menggunakan kain yang lebih ringan dari pada akrilik.

Memang, tenun dapat dibuat menggunakan banyak jenis benang. Namun, tidak semua benang mampu menghasilkan tenun berkualitas. Serat alami biasanya lebih dipilih karena kualitasnya lebih terjamin.

7 Tenun Tradisional Terbaik yang Ada di Indonesia

Kain tenun dari Indonesia terkenal dengan kelembutannya karena terbuat dari bahan semi alami.

Kain tenun dari Indonesia terkenal dengan kelembutannya karena terbuat dari bahan semi alami. Beberapa kain bahkan terkenal hingga mancanegara, misalnya kain dari Sumba yang sangat terkenal.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali daerah penghasil tenun berkualitas. Daerah timur Indonesia dianggap sebagai surga kain tenun. Hal tersebut karena ada banyak sekali kain khas dengan ciri kelokalannya.

Dengan karakteristiknya masing-masing, akhirnya muncul banyak sekali jenis tentu. Beberapa kemudian dikombinasikan untuk membuat fashion lebih stylish. Penasaran dengan jenis-jenis kain tenun yang paling populer di Indonesia?

7 Tenun Tradisional Paling Populer

Ada banyak sekali jenis tenun yang berkembang dari hasil karakter lokal suatu daerah. Beberapa diantaranya kemudian dijadikan sebagai tenun ikat kepala. Namun, jenis kain tenun apa saja yang paling terkenal?

  1. Ulos

Ulos merupakan buatan khas dari Suku Batak yang ada di Sumatera Utara. Salah satu yang membuatnya sangat populer adalah corak warna cerahnya. Selain itu, ada ragam corak warna emas juga.

Coraknya didominasi oleh garis-garis horisontal dengan warna lebih cerah. Ini menujukan simbol tertentu dalam kebiasaan masyarakat Batak. Terutama nilai kebudayaan mereka yang telah lama ada di Sumatera.

  1. Gringsing

Berasal dari Tabanan, Bali, tenun Gringsing adalah satu-satunya yang menggunakan teknik tenun ikat ganda. Menariknya, untuk selembar tenun saja bisa membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun.

Lamanya pembuatan juga berpengaruh terhadap daya tahan tenun Gringsing. Bahkan, beberapa masyarakat adat memiliki kain berusia ratusan tahun. Warna dan coraknya juga tidak berubah sama sekali.

  1. Sumba

Rasanya, hampir tidak ada orang yang tidak mengenal jenis tenun satu ini. Kain buatan kaum perempuan Sumba telah terkenal hingga mancanegara. Bahkan, beberapa orang rela membayar mahal untuk mendapatkannya.

Kain ini sendiri dibuat menggunakan sehelai benang kemudian mulai menghiasnya. Corak kain memiliki kesan harmonis karena mengambil simbol alam. Beberapa orang menggunakan bahan serat alami sebagai bahan utamanya.

  1. Lurik

Kain ini sangat mudah dijumpai di berbagai daerah Jawa, terutama daerah Jawa Tengan, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Ciri khasnya adalah corak garis-garis secara horisontal berwarna cerah.

Menariknya, setiap daerah memiliki corak masing-masing pada kain lurik. Hal tersebut berkaitan dengan budaya dari setiap daerah. Misalnya kain lurik asal Solo yang memiliki corak khas keraton.

  1. Toraja

Selain Sumba, Toraja juga terkenal dengan tenun khas miliknya. Corak yang digunakan melambangkan keharmonisan antara manusia dan alam. Ini juga merupakan salah satu warisan dari leluhur masyarakat Toraja.

Karena coraknya tersebut, tenun Toraja memiliki status tinggi dalam masyarakat adat Toraja. Biasanya, kain ini dipakai untuk acara sakral seperti upacara keagamaan, serta memegang simbol kejayaan.

  1. Soket Jambi

Dari sisi corak, Soket Jambi memiliki corak lebih bervariasi. Ada corak kotak-kotak, bunga, cakra, hingga simbol geometris lain. selain itu, Soket Jambi cenderung menggunakan warna cerah.

Setiap warna dan motif memiliki maknanya sendiri-sendiri. hal ini juga jadi salah satu kebanggan dari status masyarakat Jambi. Tidak heran jika Soket Jambi mampu dikenal hingga mancanegara.

  1. Songket

Songket dibuat menggunakan dua jenis benang yang lajurnya dibuat secara vertikal serta horisontal. Selain itu, songket menggunakan teknik tambahan berupa penyukitan untuk mengayam benang ke jalur lain.

Songket sangat terkenal melalui detail motifnya. Pengerjaan secara manual dipandang sebagai kain tenun kelas utama. Hal tersebut karena memiliki nilai dan kesan yang sangat tinggi.

Di Indonesia, Perusahaan Lakumas juga memproduksi benang berbahan rayon dan benang bahan tencel yang sering dipakai oleh pengrajin tenun baik yang ada di Pulau Jawa maupun Pulau Bali.

Memang, hampir setiap daerah memiliki kain miliknya sendiri. Beberapa menggunakan benang alami dan sebagian menggunakan benang sintetis. Misalnya benang rayon dan benang tencel sebagai bahan utama.

Tanggung Jawab Petugas Satpol PP yang Jarang Dipahami

Petugas Satpol PP memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan penertiban kepada para pelanggar Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala daerah.Petugas Satpol PP seringkali mendapatkan stigma negatif di mata masyarakat. Karena kebanyakan orang hanya mengetahui satpol PP bertugas untuk melakukan razia semata. Padahal tugas mereka bukan hanya itu.

Salah satu sebab stigma negatif masyarakat terhadap satpol PP adalah karena pemberitaan oknum dalam menjalankan tugas. Beberapa oknum dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik seperti melakukan tindak kekerasan.

Meski sering mendapat stigma negatif, satpol PP tetap memiliki peranan penting di masyarakat. Tanpa keberadaan mereka, beberapa fungsi di masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik.

Bagi Anda yang berpikir bahwa satpol PP hanya bertugas melakukan razia, maka perlu membaca artikel ini hingga tuntas. Karena kami akan menjabarkan tugas dan tanggung jawab satpol PP secara rinci.

Dasar Hukum Petugas Satpol PP

Satpol PP adalah singkatan dari Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka adalah perangkat daerah yang memiliki status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Oleh karena itu satpol PP pasti memiliki dasar hukum.

Dasar pembentukan Satpol PP sendiri diatur di dalam UU No. 23 Tahun 2014 pasal 255 ayat (1). Di dalam peraturan ini menyebutkan bahwa Satpol PP dibentuk untuk menegakkan Peraturan Daerah.

Selain di dalam UU tersebut, dasar hukum mengenai Satpol PP juga terkandung dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2018. Selain menegakkan Peraturan Daerah, Satpol juga menegakkan Peraturan Kepala Daerah.

Tugas & Tanggung Jawab Petugas Satpol PP

Melihat dari dasar hukum pembentukannya, tugas seorang satpol PP memang adalah menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Namun tugas ini dapat dirincikan kembali sebagai berikut.

  1. Tugas

Selain memiliki tugas untuk menegakkan Perda dan juga Perkada, Satpol PP juga bertugas untuk menyelenggarakan ketertiban umum dan keamanan. Selain itu seorang Satpol PP juga bertugas menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

  1. Fungsi

Terdapat banyak fungsi yang harus dijalankan oleh seorang Satpol PP. Mulai dari penyusunan program, pelaksanaan kebijakan, koordinasi hingga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan Perkada.

Seorang Satpol PP juga memiliki fungsi lain menjalankan tugas yang diberikan oleh kepala daerah. Namun tentunya tugas tersebut harus tetap memiliki kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

  1. Wewenang

Tindakan razia yang sering dilakukan oleh Satpol PP sebenarnya adalah hal wajar. Sebab Satpol PP memiliki wewenang untuk melakukan tindakan non-yustisial terhadap pihak yang melanggar Perda atau Perkada.

Memahami Pengertian Tindakan Non-Yustisial Petugas Satpol PP

Banyak orang yang belum memahami arti dari tindakan non-yustisial. Namun sebenarnya pengertian mengenai tindakan ini diatur di dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga penindakan pelanggaran oleh Satpol PP memiliki dasar hukum.

Adapun peraturan yang menjelaskan pengertian tindakan nonyustisial adalah UU No. 23 tahun 2013 dan PP No. 16 tahun 2018. Pada prinsipnya penindakan non-yustisial adalah penindakan terhadap pelanggaran Perda atau Perkada.

Namun tindakan non-yustisial tidak sampai pada proses peradilan. Salah satu bentuk dari tindakan non-yustisial ini adalah razia. Karena pada dasarnya pihak yang dirazia tersebut melakukan pelanggaran terhadap Perda atau Perkada.

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa setiap peraturan perundang-undangan di Indonesia mengikat secara hukum. Artinya pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi. Dalam beberapa peraturan, sanksi tersebut bisa berupa pidana.

Namun penindakan yang dilakukan oleh Satpol PP tidak akan sampai pada tahap tersebut. Karena Satpol PP hanya akan melakukan tindakan non-yustisial kepada para pelanggar Perda atau Perkada.

Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP memang sering mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat. Salah satu alasannya adalah karena Satpol PP seringkali melakukan tindakan razia.

Padahal tindakan yang dilakukan tersebut memiliki dasar hukumnya. Selain itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab petugas Satpol PP untuk melakukan penindakan terhadap pihak yang melanggar Perda atau Perkada.