Hi, How Can We Help You?

Category Archives: Business

Pemerintah Wajibkan Vaksinasi untuk Jaga Keamanan Bersosial

Pada masa pandemi ini pemerintah memang sangat gencar sekali dalam memberikan vaksin kepada warganya untuk keamanan bersosial. Dengan tujuan agar dapat mencapai target vaksin dan menurunkan angka kenaikan kasus covid-19 yang terjadi serta menjaga kesehatan masyarakat. Apalagi saat ini sudah dilakukan status PPKM level tertentu berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia. Di mana PPKM level rendah 1 dan 2 sudah dilonggarkan dan diizinkan berkumpul diruang publik dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Target PenerapanVaksin Pemerintah untuk Menjaga Keamanan Sosial

Dalam menjaga keamanan sosial maka pemerintah mewajibkan setiap warganya untuk segera melakukan vaksin dan mendapatkan sertifikat vaksin. Hal ini dilakukan agar mengurangi tersebarnya kasus covid-19 khususnya di tempat umum. Saat ini di setiap daerah sudah sangat gencar melakukan gerakan vaksin sampai kedesa-desa dikoordinasikan langsung oleh pemimpin daerah. Bahkan orangtua sampai kakek nenek juga ikut melakukan vaksin di posyandu dan puskesmas terdekat, juga termasuk anak sekolah.

Setiap kepala daerah memerintahkan warga agar selalu menjaga dan mentaati protokol kesehatan serta mewajibkan surat vaksin untuk mengakses sarana umum. Berbagai target dan strategi vaksin ditetapkan agar menjangkau visi pemerintah dalam percepatan vaksin nasional. Percepatan vaksin ini dilakukan untuk mengurangi tingkat level PPKM pada suatu daerah. Jika suatu daerah berada pada PPKM level yang rendah maka sudah diperbolehkan untuk membuka tempat umum dan tempat bersosial lainnya.

Dalam menjaga keamanan sosial pemerintah mewajibkan semua warganya ketika masuk dalam tempat umum untuk memperlihatkan kartu vaksin. Sebagai tanda bahwa orang tersebut sudah divaksin dan boleh memasuki tempat-tempat berkumpul sosial.

Aplikasi Peduli Lindungi Menjadi Aplikasi Wajib untuk Akses Sarana Umum

Pemerintah juga mewajibkan aplikasi Peduli Lindungi untuk mengakses sertifikat vaksin dengan cepat menggunakan layanan QR Code-nya. Anda bisa juga untuk segera melakukan pendaftaran di aplikasi dan kemudian segera untuk akses pada menu QR Code untuk mendapatkan scan kode QR. Ketika Anda ingin memasuki tempat umum cukup tunjukan QR Code kepada petugas penjaga yang ada pada tempat tersebut. Selain menggunakan QR Code Anda juga bisa untuk mendownload sertifikat vaksin secara langsung dari aplikasi yang bernama Peduli lindungi.

Herd Immunity Dalam Melawan Pandemi

Skema ini adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi pandemi yang sedang terjadi. Namun biasanya cara ini tidak terlalu efektif karena malah akan menimbulkan lonjakan kasus. Hal ini karena skema tersebut dilakukan dengan tanpa batasan sosial sama sekali di mana orang-orang bebas berkumpul saat pandemi. Dengan tujuan untuk membiarkan populasi terpapar virus sampai 50 sampai 70% baru kemudian populasi tersebut akan sembuh dan kebal virus.

 

Ini yang dinamakan dengan herd community di mana sebuah populasi bisa kebal dari virus karena sudah pernah terinfeksi. Namun perlu persiapan khusus untuk mengatasi dengan cepat orang yang terpapar virus dan menyembuhkannya. Sementara untuk kasus covid-19 proses penyembuhan pasien memerlukan waktu yang lama sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan skema tersebut. Apalagi jika dipraktikkan di Indonesia yang populasinya sangat besar dan terbatas dalam sarana kesehatannya.

Namun skema ini bisa dijalankan dengan catatan populasi di Indonesia harus sudah mencapai 50% sampai 90% dalam penerapan vaksin. Karena vaksin juga hampir sama dengan menginjeksikan virus kedalam tubuh dan membuat tubuh menjadil ebih kebal terhadap virus tersebut.Kemudian setelah vaksinasi mencapai target populasi mulai diberikan kelonggaran untuk melakukan kegiatan sosial. Tidak lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah pusat

Indikator Smart Factory, Internet Bagian Penting di Dalamnya

Internet menjadi bagian smart factory yang penting di dalamnya. Perlu diketahui bahwa pada zaman saat ini para pelaku industri manufaktur mulai menghadapi tantangan yang lebih kompleks karena adanya perubahan teknologi. Selain adanya perubahan teknologi yang signifikan, adanya daur hidup suatu produk yang singkat atau periode penggunaannya juga mempengaruhi. Termasuk permintaan pasar yang cepat berubah juga.

Faktor lain yang membuatnya memperbanyak tantangan adalah adanya permintaan pasar yang cepat berubah. Terakhir yaitu permintaan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan secara tepat. Berbagai teknologi mulai muncul dan berkembang saat ini dengan cepat. Beberapa contohnya adalah kemunculan IoT, Artificial Intelligent, Machine Learning, System Automatic hingga CCTV dan IoS.

Indikator Smart Factory dalam Proses Bisnis

Terdapat beberapa indikator yang dapat mempengaruhi smart factory di dalam proses bisnisnya. Berikut ini beberapa indikator yang mempengaruhi smart factory pada penggunaannya secara mudah dan tepat.

  1. Downtime

Hal ini berarti adanya jumlah kejadian atau event dan durasi yang terjadi selama produksinya. Proses data analytic disini diperlukan karena penting dilakukan untuk melancarkan proses produksi.

  1. Speed

Sesuai dengan namanya, proses ini berhubungan dengan kecepatan produksi. Karena hal itulah proses ini menjadi bagian penting pula di dalam proses smart factory yang dilakukan.

  1. Uptime

Bagian ini berhubungan dengan durasi atau waktu produksi yang diperlukan tanpa adanya interupsi. Sehingga dengan adanya indikator ini smart factory bisa digunakan dengan tepat pada proses produksi.

  1. Cycles

Hal ini berhubungan dengan lamanya line produksi untuk dapat menghasilkan sejumlah produk tertentu. Karena hal itulah adanya cycles bisa memberikan kesempatan waktu yang tepat untuk proses produksinya.

  1. Waste

Proses ini berhubungan dengan kuantitas sampah atau defect yang dihasilkan dari proses produksi. Hal ini untuk menghindari penumpukan limbah sisa produksi. Proses ERP juga bisa digunakan.

Prinsip Merancang System Smart Factory

Terdapat beberapa prinsip yang digunakan dalam merancang system smart factory. Berikut ini beberapa prinsip yang bisa Anda gunakan sehingga proses produksi bisa lebih baik dalam prosesnya.

  1. Modularitas

Modularitas berhubungan dengan kemampuan suatu elemen pada sebua

 

h sistem yang dipisahkan dan digabungkan. Dalam smart factory perlu adanya modularitas yang baik untuk integrasi yang baik pula di dalam proses produksi.

  1. Inter-operabilitas

Hal ini berarti harus memiliki kemampuan suatu sistem untuk dapat berbagai informasi antar komponen. Selain itu juga kemampuan berbagai informasi bisnis antara perusahaan manufaktur dengan customer.

  1. Desentralisasi

Hal ini berhubungan dengan keputusan yang diambil dan dibuat secara real-time oleh sistem. Salah satu contohnya adalah penggunaan sensor dan actuator yang juga terhubung dengan sistem CPS.

  1. Virtualisasi

Hal ini berhubungan dengan lingkungan buatan di dalam proses y

 

ang biasanya dihubungkan dengan internet. Semakin transparan informasi yang diberikan, maka semakin lengkap juga sensor yang digunakan.

  1. Berorientasi pada layanan

Pada prinsip ini bisa menggunakan teknologi cloud manufacturing yang berperan dalam transformasi model bisnis. Beberapa layanan bisa Anda gunakan, seperti yang disediakan oleh perusahaan amazon.

  1. Respon yang real-time

Kemampuan ini untuk merespon berbagai perubahan, baik dari keburuhan customer maupun perubahan malfungsi. Sementara itu, beberapa contohnya seperti penggunaan sistem realtime dalam industri adalah platform khusus.Berbagai teknologi yang dibutuhkan dalam smart factory di Indonesia mulai dikembangkan di industri manufaktur pada perkembangannya saat ini. Sementara itu, berbagai indikator juga mempengaruhinya dan internet sangat mempengaruhi prosesnya.

Berbagai Jenis Kemasan yang Diperlukan Oleh Pelanggan

Berbagai jenis kemasan yang diperlukan oleh pelanggan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Tentunya bagian ini juga sangat berkaitan dengan adanya pengiriman barang yang dilakukan dengan jarak yang berbeda. Sementara itu, banyak sekali yang bisa Anda bedakan kemasan sesuai keinginan. Misalnya saja ketika mengirim produk dalam bentuk barang yang mudah pecah, maka untuk pengemasannya berbeda.

Selain itu, adanya pengemasan juga memberikan keamanan produk yang akan dikirimkan. Tidak hanya itu, adanya pengemasan yang tepat dengan desain menarik juga memberikan nilai lebih pada produk. Tentunya semua kebutuhan pengemasan disesuaikan dengan keinginan dari konsumen Anda. Pengemasan juga tidak hanya untuk produk makanan saja, melainkan semua jenis produk memiliki pengemasan yang berbeda-beda.

Jenis – Jenis Kemasan Produk yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis dari kemasan bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dipasarkan. Berikut ini beberapa jenis yang bisa dipilih untuk proses tracking yang lebih mudah dilakukan.

  1. Primer

Jenis ini tentunya sangat penting dilakukan yang menjadi kategori pertama sebelum melanjutkan kejenis lainnya. Sederhananya pengemasan di bagian ini adalah yang bersentuhan langsung dengan produk. Bagian ini yang paling sering dan pasti digunakan untuk hampir semua produk. Beberapa jenis yang sering digunakan dalam bentuk sachet dan standing pouch dilengkapi label pada produknya.

  1. Sekunder

Bagian ini memberikan perlindungan lebih lengkap pada proses pengemasannya yang disebut juga sebagai secondary packaging. Jenis ini dibutuhkan oleh beberapa produk, misalnya produk makanan dan berbagai jenislainnya. Contohnya pada produk makanan memang sangat sensitif terhadap kualitas. Sehingga untuk menjaga kesegaran dan menghindari kerusakan maka diperlukan perlindungan tambahan pada produknya dengan lebih lengkap.

  1. Tersier

Jenis pengemasan ini akan sangat berguna pada pengiriman barang, apalagi dalam jarak jauh. Biasanya dalam bentuk ini terbuat dari bahan yang kuat seperti kardus, kayu dan cardboard. Misalkan pada lakumas menggunakan Lakumas Qrcode sebagai bentuk kode khusus untuk pengiriman barang. Proses pengiriman ini dilakukan dengan pengemasan yang aman dan terlindungi dengan baik.

Syarat Packing yang Baik

Ketika melakukan proses packing atau pengemasan barang, maka perlu menyesuaikan dengan standar. Berikut ini beberapa syarat yang harus dilengkapi dalam proses pengemasan barang dengan lebih aman.

  1. Tidak adanya toksin
  2. Memiliki biaya rendah
  3. Cocok dengan bahan yang akan dikemas
  4. Adanya kemudahan pembuangan kemasan bekas
  5. Menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan yang aman
  6. Adanya kemudahan dan keamanan saat mengeluarkan isinya
  7. Memiliki ukuran, berat dan bentuk yang sesuai
  8. Syarat khusus sesuai dengan kebutuhan lainnya

Syarat-syarat tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan pengemasan yang lebih berkualitas hasilnya. Misalnya, dengan memiliki biaya rendah bukan berarti bahannya yang mudah tergores dengan barang di dalamnya. Contoh lain misalnya memiliki ukuran, berat dan bentuk yang perlu disesuaikan dengan barang di dalamnya. Jika misalnya kekecilan, maka tidak mampu menutupi barang secara penuh dan berisiko membuat barang rusak.

Begitu juga dengan pengemasan yang perlu menggunakan bahan yang cocok dengan barangnya. Misalnya ketika mengemas makanan basah dan menggunakan kemasan kardus maka tidak akan sesuai. Karena hal itulah semua bentuk packing yang dilakukan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Apalagi jika sebuah produk atau barang akan dikirim kedaerah yang jauh sehingga perjalanannya lama. Pentingnya pengemasan pada produk menjadi bagian penting jika Anda sedang menjalankan bisnis. Karena hal itulah banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk kemasan produk untuk melindunginya.

Peran Lakumas Sebagai Salah Satu Pemain di Industri Tekstil dalam Menanggulangi Dampak Negatif Perubahan Iklim

COP26 menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ditegaskan dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon secara berkesinambungan. Hingga berdampak positif terhadap pemanasan global. Salah satu yang menjadi fokus adalah sektor industri. Dimana penggunaan bahan bakar untuk sumber energy masih memanfaatkan batu bara. Penggunaan yang massif tentu berimbas pada pencemaran udara.

Lebih spesifik lagi yaitu industri tekstil dari hulu hingga hilir. Mulai proses produksi bahan mentah di sektor hulu hingga bahan jadi di sektor hilir berpotensi menimbulkan polusi bagi lingkungan. Maka sangat diharapkan peran aktif para pelaku usaha industri tekstil untuk turut serta menjaga kondisi lingkungan. Menerapkan langkah pengolahan serta pengelolaan limbah sesuai standar analisa AMDAL.

4 Langkah Peran Lakumas dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Mulai tahun 2018, PT. Lakumas memproduksi benang yang diberi nama Candimas. PT. Perusahaan ini menggunakan bahan organic dari kayu berkualitas untuk produksinya. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam perusahaan ini memproduksi

Lakumas merupakan salah satu perusahaan pemintalan benang yang sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan. Sesuai visi misi perusahaan dalam mengupayakan kehidupan yang selaras dengan alam secara berkesinambungan, berikut perkembangannya.

  1. Berkontribusi langsung pada penerapan industri bersih.

Diinisiasi oleh para pendiri PT. Lakumas yang sadar akan pentingnya hidup berdampingan dengan alam. Artinya, kondisi alam harus terus dijaga supaya memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia. Sehingga tercipta interaksi saling menguntungkan antara alam sekitar dengan keberadaan industri tekstil. Bersih dari hasil buangan berupa limbah toxic serta polusi udara selaras dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi karbon secara global.

Gagasan seperti ini sangat positif dan berpengaruh nyata terhadap lingkungan. Sebab Indonesia merupakan Negara penghasil tekstil yang masuk 10 besar dunia. Penjualan sudah berskala ekspor, pastinya dalam jumlah besar setiap tahunnya.

 

  1. Penggunaan fiber warna

Meminimalisir penggunaan pewarna sintetis tekstil, perusahaan pemintalan benang ini menggunakan fiber berwarna mulai tahun 2016. Digunakan pewarna alami yang kualitasnya tidak luntur sebab benang organic cepat menyerap warna. Dengan penggunaan fiber warna, maka tidak diperlukan pewarna tambahan yang menghasilkan limbah. Limbah pewarna tekstil dari bahan sintetis sangat berbahaya bagi aliran sungai, air tanah dan tanah itu sendiri.

Tidak jarang pengolahan yang tidak berstandar dari limbah pewarna tekstil juga menyebabkan bau. Pewarna kimia bereaksi dengan gas dan air yang bersentuhan langsung. Hasilnya merupakan senyawa yang sulit terurai di alam.

  1. Produksi benang berkualitas di tahun 2018.

 

tencel tersebut. Benang Candimas pada penggunaannya dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis serat kain lain. Pemanfaatannya sangat luas dalam dunia fashion. Harapannya kedepan semakin banyak digunakan, sehingga mendorong produksi dan mengurangi penggunaan bahan sintetis.

Karena berasal dari bahan alami, limbah dari kain atau benang ini cepat terurai. Apabila tidak digunakan lagi kemudian dibuang, dengan cepat akan langsung terbiodegradasi. Dapat menyatu kembali dengan tanah tanpa menimbulkan residu.

  1. Menggunakan energi gas

Bersamaan dengan produksi benang organic berkualitas tersebut, perusahaan mulai mengalihkan penggunaan energi. Semula digunakan bahan bakar dari batubara. Alasannya karena murah sehingga meringankan biaya produksi.Namun pembakaran batu bara menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. menyebabkan polusi udara yang mengancam kesehatan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu juga beresiko terhadap peningkatan pemanasan global.

Peralihan menggunakan energi gas lebih bersih dan aman bagi lingkungan. Energi ini diperlukan pada proses steam set benang. Dalam kapasitas produksi yang besar, lebih aman dari resiko pencemaran udara membuktikan perusahaan sangat peduli lingkungan.

Peran Indonesia dan Kita sebagai Warga Dunia Mengatasi Dampak Negatif Perubahan Iklim

Net Zero Emission adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai untuk memperlambat kiamat dunia. Tertuang sebagai hasil dari terselenggaranya COP-26 di Gasglow, Skotlandia, Oktober hingga November lalu. NZE bisa dicapai dengan penurunan suhu global hingga level 1,50 C. Pemanasan global yang masih dalam taraf rasional mendukung manusia dan habitat alam mampu beradaptasi dengan adanya perubahan iklim.

Meminimalisir dampak negatifnya seperti krisis pangan yang mengancam eksistensi makhluk hidup. Upaya ini bisa dimulai dari lingkup kecil sebagai warga Negara dunia, didukung peran aktif pemerintah.

Upaya Pemerintah Mengurangi Potensi Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim

Pemerintah menunjukkan komitmennya mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui keikutsertaan Perjanjian Paris. Sebagai buktinya, tertuang dalam Undang-undang No. 16 th 2016 yaitu tentang Paris Agreement yang telah disahkan saat itu. Pada COP-26 lalu Indonesia juga menyatakan kesanggupannya menurunkan emisi sebesar 26% secara mandiri, dan 41% atas dukungan Internasional. Target ini diharapkan terealisasi pada tahun 2030.

Komitmen mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara dilakukan dengan membuka investasi energi ramah lingkungan. Bekerjasama dengan Bank Pembangunan Asia melakukan transisi ekonomi rendah karbon. Mulai mengenalkan pemberlakuan pajak karbon. Implementasinya masih dikaji mengingat saat ini Indonesia masih mengupayakan pemulihan Ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan sektor seperti PLTU batu bara.

Fokus utama perubahan iklim adalah sektor energi, transportasi dan kehutanan. Dari sisi transportasi di kota-kota besar mulai diberlakukan uji emisi. Membuka kerja sama dalam pengadaan mobil listrik. Bidang kehutanan, mengupayakan penurunan laju deforestasi. Salah satunya dengan moratorium ijin perkebunan kelapa sawit. Sebab pembukaan lahan hutan paling banyak digunakan untuk penanaman kelapa sawit.

Aksi Peduli Lingkungan yang Dapat Dilakukan Warga dalam Lingkup Kecil

Bukan hanya mengandalkan program-program pemerintah dalam mengurangi dampak negative dari perubahan iklim. Kita sebagai masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Banyak hal dapat dilakukan mulai dari lingkup kecil. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus. Gunakan bahan yang lebih friendly, dan reusable. Membawa kantong belanja sendiri saat ke supermarket.

Mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Lebih baik lagi jika membiasakan diri membawa minum air putih dalam botol. Ini akan mengurangi penumpukan sampah plastik. Mulai menerapkan paperless untuk segala keperluan. Saat ini sudah didukung semua transaksi, keperluan pekerjaan, bisnis dan pendidikan menggunakan fasilitas online. Tidak perlu hard copy atau print out.

Mengurangi penggunaan kertas dapat menekan laju deforestasi yang bertujuan untuk industry kayu dan kertas. Secara berkesinambungan dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global akibat masifnya penebangan pohon. Menggunakan kendaraan umum, untuk mengurangi emisi karbon. Tingginya konsentrasi gas karbon di udara salah satunya disebabkan karena asap kendaraan bermotor dari kendaraan pribadi. Mudah sekali mencegahnya dengan memilih moda transportasi umum.

Menggunakan bahan-bahan p

erawatan yang mudah terdegradasi. Contoh sabun, detergen, shampoo yang mengandung bahan organic. Sehingga tidak menyebabkan pencemaran air tanah dan lingkungan sekitar. Aksi nyata selanjutnya adalah menanam pohon. Sudah sering diselenggarakan penanaman sejuta pohon di lahan-lahan gundul. Tidak perlu menunggu moment seperti ini, anda bisa melakukannya kapan saja.

Mulai dari lingkungan sekitar, misalnya menanam pohon buah-buahan berakar tunggang. Minimal dapat menurunkan suhu di siang hari karena adanya naungan. Lebih bagus lagi menanam pohon berumur panjang. Banyak hal yang dapat dilakukan sendiri sebagai warga dunia dalam tujuan mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa menunggu komando dari pemerintah, kita bisa terus melakukan aksi peduli lingkungan dari hal-hal sederhana.