Hi, How Can We Help You?

Author Archives: LAKUMAS

Bahan Baku Ramah Lingkungan Industry Tekstil Tanpa Emisi Karbon

Mengenal bahan baku ramah lingkungan di industry tekstil harus Anda lakukan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Industri tekstil yang bergerak untuk produksi kain, benang dan sejenisnya, terkadang masih menggunakan bahan tidak ramah lingkungan.

Padahal menjaga lingkungan adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap jenis industry. Setiap pabrik memiliki tujuan produksi untuk mendapat keuntungan, namun sebaiknya, keuntungan tetap didapatkan dengan cara membantu menjaga lingkungan.

 

Itu sebabnya, Lakumas sebagai pabrik yang bergerak di industry tekstil selalu menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Bahan seperti itu juga bisa diproduksi menjadi kain atau pakaian yang nyaman digunakan.

Dengan kata lain, menggunakan bahan yang ramah lingkungan akan membantu Anda mendapatkan pakaian terbaik sambil tetap menjaga kesehatan lingkungan sekitar, karena menggunakan bahan tertentu akan menghindari dampak dari emisi karbon.

5 Bahan Baku Ramah Lingkungan Industry Tekstil

Industry tekstil terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan pakaian. Berikut beberapa bahan untuk pembuatan benang, kain dan pakaian yang ramah lingkungan.

  1. Candimas

Candimas merupakan salah satu jenis benang dengan tekstur sangat halus dan sangat berkilauan, sehingga sering dipakai untuk membuat kain tenun. Benang ini memiliki komposisi utama yaitu serat kayu organic yang pohonnya sudah tersertifikasi.

Benang Candimas berperan besar membuat sebuah kain terlihat lebih cerah, apalagi jika sudah dicampur dengan pewarna kimia yang aman. Bagi orang Indonesia, candimas juga sering digunakan untuk membuat pakaian, karena teksturnya cocok untuk orang di negara tropis.

  1. Lyocell

Lyocell merupakan serat kayu halus atau disebut juga dengan bubur kayu. Lyocell diambil dari pohon terbaik dan menggunakan teknologi agar dapat mengurangi emisi karbon. Itu sebabnya Lyocell juga termasuk bahan tekstil ramah lingkungan.

Lyocell juga sering dikenal dengan nama Tencel. Lyocell bersifat lembut, ringan dan mampu membuat kulit bernafas. Dalam proses produksinya, Lyocell tidak memakai bahan kimia lain, bahkan tidak memakai pestisida untuk pertumbuhan, sehingga tidak akan menjadi limbah.

  1. Katun organic

Katun organic berasal dari pohon katun yang tumbuh tanpa pestisida dan pupuk kimia. Katun organic tumbuh dengan cara dijaga kesuburannya sehingga tidak memerlukan bantuan kimiawi. Oleh karena itu, katun organic sangat baik untuk dijadikan komposisi utama baju anak – anak.

Mengingat kulit anak – anak sangat sensitive, maka sudah seharusnya memakai katun organic. Banyak juga pabrik menggunakan katun organic sebagai bagian dari strategi rantai pasok lingkungan.

  1. Linen

Linen merupakan bahan industry tekstil yang aman dan paling sering digunakan saat ini, karena terlihat modern dan bahannya kuat. Linen dikenal sejak sangat lama, karena bisa digunakan untuk produksi pakaian jenis apa saja, mulai dari pakaian tidur, pakaian santai, dan lainnya.

Bahkan linen juga bisa digunakan untuk sprei, rasanya sangat lembut dan nyaman. Kebanyakan orang memilih linen karena bahannya yang kuat, bahkan jika sering dicuci, linen akan semakin kuat karena sifat aslinya adalah semakin kuat dalam keadaan basah.

  1. HEMP

HEMP terbuat dari serat tanaman bernama Cannabis Sativa dan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Tanaman tersebut dilestarikan tanpa menggunakan bahan kimia sehingga sangat aman. HEMP juga terasa sangat nyaman di kulit, melindungi dari bakteri dan tahan sinar UV.

Meskipun tidak banyak pabrik spinning mill yang menggunakan beberapa jenis bahan tersebut, namun masih ada pabrik yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk proses spinning mill sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

5 Jenis Sarung Khas Indonesia yang Terkenal di Dunia

5 Jenis Sarung Khas Indonesia yang Terkenal di Dunia

Sejak pertama kali dibawa oleh pedagang Gujarat dan Arab masuk ke Indonesia pada abad 14, sarung memang sudah disukai oleh masyarakat Nusantara. Karena pakaian satu ini mudah dipakai dan tidak sulit proses pembuatannya, apalagi bisa digunakan laki-laki dan perempuan.

Setelah menyebar ke seluruh wilayah tanah air, sarung mulai melekat dengan adat serta istiadat setempat, bahkan kini menjadi salah satu ciri khas bangsa. Di beberapa daerah bahkan ada jenis sarung khas yang menjadi ciri dan kebanggaan daerah tersebut.

5 Jenis Sarung Tradisional Nusantara

Sarung-sarung di Indonesia memiliki ciri khas motif yang beragam, terutama jika merupakan tenunan tradisional. Motif dan desainnya masih sangat orisinil serta melambangkan kebudayaan yang tinggi dari daerah tersebut.

Bukan hanya ternama di Nusantara, jenis-jenis sarung tradisional berikut namanya juga sudah mendunia:

  1. Sutera Bugis Khas Sulawesi Selatan

Kain sarung ini merupakan kebanggaan masyarakat suku Bugis yang beradai di Sulawesi Selatan. Kain ini kerap disandingkan dengan Baju Bodo yaitu pakaian trandisional khas Bugis.

Motifnya sangat khas yaitu kotak-kotak atau garis-garis yang membentuk segitiga. Motif yang paling terkenal adalah Ballo Renni yaitu kotak-kotak berukuran kecil dengan warna cerah, biasanya dipakai oleh wanita lajang atau belum menikah.

Motif lainnya berbentuk kotak lebih besar ditenun menggunakan benang merah keemasan, digunakan oleh para lelaki lajang. Akan tetapi, sekarang penggunaan sutera Bugis ini tidak lagi sesuai status pernikahan, tapi lebih umum penggunaannya.

  1. Ulos Khas Sumatera Utara

Ulos merupakan salah satu jenis kain yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Biasa disebut sebagai kain Ulos yang menjadi pakaian khas suku Batak, Sumatera Utara.

Motifnya sangat beragam dan memiliki desain unik, seperti Ulos Mangiring, Ulos Parompa, dan Ulos Bintang Maratur. Setiap motif punya makna tersendiri, misalnya Ulos Bintang maratur yang bermotif rasi bintang beraturan maknanya adalah kepatuhan.

Kain ini sering dipakai untuk acara adat, salah satunya di acara pernikahan ada prosesi memakaikan sarung ulos pada pasangan pengantin.

  1. Tenun Khas Samarinda, Kalimantan Timur

Jenis kain ini menjadi salah satu budaya kebanggaan masyarakat Samarinda. Dibuat dengan teknik ikat dan menggunakan alat khusus yaitu gedokan membuat kain khas Samarinda satu ini sangat spesial.

Pengerjaannya masih tradisional sehingga untuk membuat satu kain setidaknya dibutuhkan waktu 3 hari pengerjaan. Motifnya juga sangat beragam, tapi didominasi oleh aksen geometris seperti motif kotak-kotak berukuran kecil atau besar berwarna-warni.

  1. Tenun Goyor Khas Jawa Tengah

Sarung tenun juga menjadi pakaian khas Jawa Tengah, tapi memiliki teknik pengerjaan berbeda dengan di Samarinda. Masih menggunakan teknik tenun, tapi memiliki motif berbeda. Terdapat dua jenis motif yaitu Botolan dan Werengan.

Botolan memiliki motif lebih bervariasi, seperti bintang, kuncup bunga, daun waru, atau bujur sangkar. Sedangkan werengan lebih banyak berbentuk bunga dan daun, seperti bunga kuncup, bunga mekar, bunga berkelopak 4 atau enam, maupun daun-daunan.

Penggunaan warna yang umum dipakai pada kain tenun Goyor adalah merah, hijau, biru, hitam, cokelat, putih, dan kuning.

  1. Tenun Poleng Khas Pulau Dewata Bali

Kain sarung Bali ini memiliki motif khas yaitu kotak-kotak berwarna hitam dan putih. Biasanya, jenis kain tenun poleng ini digunakan pada acara-acara keagamaan masyarakat Hindu di Pulau Dewata.

Sarung tenun poleng merupakan kain khas yang memiliki corak beraturan. Selain warna hitam dan putih, juga ada warna abu-abu dan merah. Penggunaan warna berbeda akan menjadikan jenis poleng yang berbeda pula.

Jadi, itu dia beberapa jenis sarung khas di Nusantara yang sudah dikenal hingga berbagai belahan dunia. Sarung sendiri merupakan ciri khas budaya Indonesia yang sudah sangat melekat. Saat ini tersedia hasil pabrikan untuk penggunaan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

Apabila Anda butuh bahan mentah untuk pembuatan kain sarung, yaitu benang, bisa membelinya di Lakumas. Berbagai jenis benang seperti rayon, akrilik, tencel, dan ramie tersedia untuk dipesan serta dapat dikirim ke berbagai wilayah Indonesia.

Tinggal kunjungi website atau hubungi customer service Lakumas untuk pemesanan. Bisa juga berkonsultasi dahulu dengan customer service untuk pemenuhan kebutuhan Anda.

Pengaruh Teknologi dalam Cara Kerja dan Lapangan Pekerjaan

Teknologi dan inovasi merupakan dua istilah yang berjalan beriringan di masa sekarang. Inovasi yang muncul akan menciptakan teknologi baru dan pasar baru.

Misalnya saja seorang pelaku bisnis dengan inovasi mengembangkan produk yang belum pernah ada. Sehingga memunculkan pasar baru dan mungkin menurunkan harga di pasar lama.

Apabila pelaku usaha yang menggunakan teknologi lama tidak beradaptasi, maka tidak akan bisa bertahan di pasar. Selain itu, tenaga kerja juga harus mengikuti perkembangan mengingat inovasi maupun teknologi akan mempengaruhi lapangan pekerjaan.

Pengaruh Teknologi dan Inovasi terhadap Cara Kerja dan Lapangan Pekerjaan di Beragam Sektor

Teknologi membawa perubahan dalam cara kerja dan lapangan pekerjaan di masa sekarang maupun mendatang. Karena kehadirannya mengubah banyak hal, semua orang perlu mengikuti perkembangannya.

Jangan sampai hanya menjadi konsumen teknologi dan hasil inovasi pihak lain. Namun, ikuti juga perkembangannya mulai dengan menyimak pengaruh keduanya dalam cara kerja dan lapangan pekerjaan berikut ini.

1.      Robot dan AI dalam Kehidupan Sehari-Hari

Teknologi dan inovasi membawa perubahan baru, yakni memunculkan robot yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga membantu manusia dalam berbagai aktivitas mulai dari pekerjaan hingga hiburan.

Mungkin Anda juga sudah mengetahui kemunculan beragam robot baru yang mampu membantu berbagai bentuk aktivitas manusia sehingga mampu memudahkan pekerjaan. Bahkan banyak robot yang bekerja secara otomatis karena adanya teknologi AI.

Artificial Intelligence atau AI mengambil peran besar dalam perubahan dunia kerja di masa sekarang. Karena sangat membantu perusahaan dalam mengakses informasi dan menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien.

Kemunculannya membawa produktivitas dan pengurangan biaya bagi perusahaan. Sementara bagi pekerja, menjadi tantangan untuk berkembang karena memunculkan beragam pekerjaan baru. Sehingga perlu mengembangkan keterampilan yang sesuai.

2.      Konsep Kerja Jarak Jauh dan Collaborative

Perkembangan teknologi dan inovasi juga memunculkan konsep kerja jarak jauh serta kolaboratif. Sudah banyak perusahaan menerapkan cara kerja yang jauh lebih fleksibel dan efisien tersebut.

Kerja jarak jauh menjadikan pekerja mampu bekerja dari mana saja selama ada akses internet. Sehingga bisa mengurangi beban pekerja untuk bepergian dalam urusan bisnis. Selain itu juga menghemat waktu dalam menyelesaikan tugas.

Kolaborasi ialah proses bekerja sama dengan orang lain untuk meraih tujuan bersama. Di masa sekarang, kolaborasi tidak harus dilakukan secara tatap muka. Cukup mengandalkan teknologi seperti video conference, cloud storage, aplikasi proyek dan lain sebagainya.

Sehingga pekerja dapat bekerja sama dari jarak jauh dengan tetap mempertahankan efektivitas dan meningkatkan produktivitas maupun efisiensi. Jadi, lingkungan kerja menjadi jauh lebih fleksibel.

3.      Transaksi Digital

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, banyak transaksi yang mengandalkan cara manual atau menggunakan uang tunai. Sementara saat ini sudah berkembang ke arah digital sehingga memudahkan pekerjaan.

Segala kegiatan yang berhubungan dengan pembayaran dalam bisnis tidak harus dilakukan menggunakan uang tunai. Perusahaan bisa mengandalkan transaksi online yang jauh lebih efisien.

Kemunculan transaksi digital tentu membuat pekerja perlu mempelajari ketrampilan baru. Sehingga mampu menjalankan pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas transaksi online. Tidak harus datang ke bank dan mengantre untuk memproses pembayaran bisnis.

4.      Teknologi Komunikasi

Perkembangan teknologi telah memunculkan cara komunikasi baru yang membuat orang-orang lebih mudah terhubung. Seperti kemunculan ponsel yang membuat orang bisa berhubungan dan berkomunikasi secara mudah dan murah.

Tidak harus bertatap muka untuk bisa berkomunikasi. Siapa saja bisa berkomunikasi dengan pihak lain dari seluruh dunia. Memungkinkan pekerja untuk saling terhubung secara efisien.

Selain itu, teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk terhubung dengan konsumen atau pelanggan. Sehingga membuat perusahaan jauh lebih dekat dengan konsumen atau pelanggan yang memungkinkan naiknya pendapatan.

Perkembangan teknologi dan inovasi telah membawa perubahan pada dunia pekerjaan. Meskipun kehadirannya bisa menjadi ancaman dalam menggantikan sejumlah pekerjaan manual. Di sisi lain mampu menghadirkan pekerjaan baru dan kemudahan dalam bekerja.

Mengenal Budaya Penggunaan Sarung Pria Bagi Masyarakat Indonesia

Mengenal Budaya Penggunaan Sarung Pria Bagi Masyarakat Indonesia

Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing dengan sarung. Kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya ini berbentuk seperti tabung dan digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Sarung memang identik digunakan pria, tapi juga ada yang dapat digunakan wanita.

Hampir seluruh wilayah Indonesia menggunakan sarung dengan berbagai macam motif dan bahan pembuatnya. Pemanfaatannya bisa sebagai pakaian santai maupun resmi, bisa juga sebagai pakaian pelengkap.

Ternyata bukan hanya di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara sarung atau sarong dipergunakan, tapi juga di wilayah Semenanjung Arab dan tanduk Afrika, seperti Mesir juga menggunakan pakaian ini.

5 Fungsi Sarung Pria dalam Budaya Indonesia

Di Indonesia, sarung menjadi salah satu pakaian yang keberadaannya tidak tergerus zaman. Dari semenjak ditemukan hingga kini masih banyak digunakan. Dulu, pada zaman penjajahan identik dengan para pejuang yang melawan masuknya budaya barat ke tanah air.

Kini, pemanfaatan atau fungsinya terdapat di berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia. Di antaranya adalah memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Digunakan sebagai Pakaian saat Beribadah

Sangat umum jika ketika melakukan ibadah, khususnya umat muslim ketika sholat menggunakan sarung bagi kaum pria. Oleh sebab itu, pakaian ini identik sebagai pakaian sholat kaum pria.

Bahkan banyak yang menganggap jika tidak menggunakan sarung kurang afdol saat beribadah. Namun, ini hanya persepsi masing-masing individu saja.

Selain umat Islam, sarung juga digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk beribadah. Bahkan merupakan pakaian wajib bagi umat Hindu ketika sembahyang maupun melakukan ibadah lainnya.

  1. Digunakan Bagian Pakaian Adat

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai macam adat dan budaya. Hal ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat. Salah satu bentuk budaya khas adalah pakaian adat dan sarung menjadi bagian dari pakaian adat ini.

Salah satunya Baju Bodo yaitu pakaian adat Sulawesi Selatan yang dipasangkan dengan sarung bermotif kotak-kotak pada bagian bawahnya. Selain itu, masih banyak daerah lain yang memiliki pakaian adat dengan sarung sebagai bagian di dalamnya.

  1. Sebagai Ciri Budaya Santri Indonesia

Sarung juga menjadi salah satu ciri kearifan lokal yaitu ciri budaya santri. Para santri yang berada di kawasan pondok pesantren biasanya menggunakan sarung sebagai pakaian sehari-hari. Digunakan ketika belajar, mengaji, sholat, juga tidur.

Sarung dan peci hitam menjadi ciri khas santri di Indonesia. Hal ini sudah diketahui umum dan masyarakat juga terbiasa melihatnya. Jika ada anak-anak atau remaja berpakaian atasan kemeja ditambah bawahan sarung dan peci hitam, maka dikenali sebagai santri.

  1. Sarung sebagai Filosofi Budaya Lokal

Fungsi lainnya adalah menjadi filosofi budaya lokal. Karena hampir setiap daerah memiliki motif tenun masing-masing yang diterapkan pada sarung atau kain tenun setiap daerah.

Meskipun sarung tidak asli dari Indonesia dan merupakan bawaan dari saudagar Arab dan Gujarat pada abad ke 14, tapi keberadaannya kini telah sangat melekat di masyarakat.

Ragam motif digunakan pada kain yang dipakai untuk pembuatan sarung menjadi ciri khas suatu daerah. Meskipun memiliki perbedaan corak dan motif, tapi pembuatannya menggunakan teknik yang sama yaitu tenun.

  1. Sebagai Patokan Kelas Sosial Penggunanya

Selain menjadi filosofi adat dan budaya masyarakat Indonesia, sarung juga memiliki fungsi sebagai patokan kelas sosial penggunanya. Salah satunya di daerah Bugis yang memiliki beragam motif dan motif-motif tertentu hanya dapat digunakan orang tertentu.

Jadi, motif sarung tenun tangan di Bugis hanya bisa digunakan oleh kaum bangsawan dan keturunannya. Sedangkan orang biasa biasanya menggunakan kain buatan pabrik berbagan katun dengan motif biasa.

Saat ini sarung dapat diproduksi dengan cara tradisional yakni menggunakan alat tenun tangan atau dibuat di pabrik. Bukan hanya motifnya yang beragam, tapi juga bahan yang digunakan. Ada dari bahan katun, polyster, rayon, sutra, bahkan benang wol.

Anda membutuhkan berbagai benang untuk produksi sarung atau jenis pakaian lainnya? Anda bisa menghubungi Lakumas. Perusahaan satu ini memproduksi berbagai macam jenis benang, seperti rayon, akrilik, tencel, dan ramie. Bisa langsung menghubungi Lakumas untuk mengetahui jenis produk, harga, dan pengirimannya.

Tips Memelihara Kesehatan dan Meningkatkan Produktivitas Kerja

Waktu kerja yang umumnya dihabiskan oleh pegawai kantor ialah 8 jam setiap harinya. Jadi, tampak bahwa sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja, bukan di rumah bersama keluarga.

Bukan hanya banyak menghabiskan waktu di kantor, banyak pekerja yang menerapkan gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga dan kerap mengonsumsi makanan cepat saji. Sehingga menimbulkan risiko gangguan kesehatan dan menurunkan produktivitas kerja.

Oleh sebab itu, penting untuk memelihara kesehatan supaya produktivitas juga terus meningkat. Jadi, mampu menyelesaikan setiap pekerjaan di kantor dengan maksimal setiap harinya.

4 Tips Memelihara Kesehatan dan Meningkatkan Produktivitas Kerja

Produktivitas ialah kemampuan dalam memberikan hasil pekerjaan yang baik dan tepat berdasarkan tenggat waktu. Tidak heran apabila setiap karyawan perlu meningkatkan produktivitas demi kelancaran kerja tim dan keberhasilan perusahaan.

Sementara memelihara kesehatan akan membantu menurunkan biaya perawatan kesehatan dan asuransi. Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan untuk memelihara kesehatan fisik maupun mental dan meningkatkan produktivitas.

1.      Memeriksa Kesehatan Mental Diri Sendiri

Ketika ada di kantor, secara otomatis Anda akan memberikan semua waktu, tenaga maupun pikiran untuk menjalankan bekerja. Namun, tidak jarang ada sejumlah tantangan dan rintangan yang dihadapi setiap harinya sehingga mempengaruhi perasaan.

Mungkin saja akan merasa kewalahan, stres dan mungkin terisolasi walaupun sebenarnya tidak ada yang menjauh dari Anda. Sebab terlalu larut dalam pekerjaan, mungkin Anda kurang menyadari munculnya perasaan semacam itu.

Padahal, perasaan semacam itu cukup mengganggu kesehatan mental. Oleh sebab itu, penting untuk senantiasa memeriksa kesehatan mental diri sendiri agar produktivitas kerja terjaga.

2.      Meluangkan Waktu untuk Berinteraksi Sosial

Berinteraksi sosial merupakan aktivitas yang kerap diremehkan. Padahal, aktivitas ini penting untuk dilakukan. Apabila berkenan untuk berinteraksi sosial dengan rekan kerja, maka bisa menambah wawasan baru dan saling membantu ketika ada kesulitan.

Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk berinteraksi sosial ketika di tempat kerja. Akan lebih baik jika interaksinya bersifat tatap muka, bukan melalui chat. Tentu tidak ada salahnya untuk mengembangkan kebiasaan berinteraksi sosial di kantor.

3.      Melakukan Peregangan

Umumnya karyawan bekerja dengan menghadap komputer sepanjang hari, bahkan bisa sampai 8 jam. Durasi menghadap komputer bisa lebih lama lagi ketika ada pekerjaan tambahan atau lembur.

Apabila Anda juga bekerja sembari menghadap komputer, luangkan waktu untuk melakukan peregangan. Jangan membiarkan tubuh terus menerus dalam kondisi duduk ketika di kantor.

Tidak harus melakukan olahraga berat ketika di kantor. Bisa melakukan peregangan ringan seperti berdiri atau berjalan sebentar. Sehingga tubuh terasa lebih segar dan tidak kaku meskipun bekerja sepanjang hari.

Selain itu, ada baiknya mengatur posisi tubuh ketika bekerja supaya tangan maupun punggung tidak terasa pegal. Posisikan keyboard dan mouse supaya mudah dijangkau. Atur juga jarak monitor agar tidak mengganggu kesehatan mata.

4.      Memelihara Asupan Makanan dan Minuman

Jangan hanya makan untuk mengatasi rasa lapar tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Silahkan memilih menu sarapan dan makan siang yang mampu memenuhi keperluan gizi serta energi setiap harinya.

Pastikan untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji berisiko meningkatkan stress sebab kandungan lemaknya. Batasi juga konsumsi kafein sepeti teh atau kopi dan perbanyak konsumsi air putih.

Air putih wajib dikonsumsi setiap hari sebanyak 8 gelas untuk mencegah gangguan dehidrasi. Ketika konsumsi air putih tercukupi, Anda bisa berkonsentrasi selama bekerja di kantor.

Melalui berbagai tips di atas, Anda dapat memelihara kesehatan dan meningkatkan produktivitas kerja sehingga performa menjadi lebih baik. Jangan lupa menerapkannya secara rutin supaya manfaatnya lebih terasa.