
Indonesia adalah negara yang terkenal dengan kain tenun tradisional khas masing-masing daerah. Dari Aceh sampai Papua, dari pulau Talaud sampai Rote, setiap daerah mempunyai kain tenun dengan ciri khas dan keunikan tersendiri. Tiap kain tenun tidak hanya memiliki fungsi estetis, namun juga biasa digunakan dalam acara adat. Keunikan kain tenun tradisional Indonesia mengundang perhatian pecinta tenun dan kolektor baik dari dalam dan luar negeri.
Sayangnya, usaha tenun tradisional ini banyak bergantung dengan benang impor seperti katun atau sutra dengan harga yang tinggi. Selain itu ketersediaan benang impor juga tidak stabil. Akibatnya, harga kain tenun menjadi mahal dan terkadang penenun terpaksa memberhentikan usahanya bila stok benang impor kosong.

Berangkat dengan misi membantu para pengrajin tenun dalam negeri dalam penyediaan bahan baku benang berkualitas, PT LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI dengan pengalamn lebih dari 20 tahun di industri pemintalan benang memperkenalkan benang CANDIMAS yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas ekspor
Benang CANDIMAS terbuat dari serat TENCEL, yakni serat organik dari sumber kayu yang tersertifikasi dengan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mengusung keberlanjutan dalam kain tenun tradisional, benang CANDIMAS merupakan benang ramah lingkungan mulai dari serat, benang, sampai menjadi kain tenun.

Benang CANDIMAS bertekstur halus dan berkilau seperti sutra sehingga menghasilkan kain tenun yang cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia. Penyerapan warna yang bagus baik zat warna alami maupun sintetis dapat menghemat penggunaan bahan pewarna dan air dalam proses pewarnaan. Benang CANDIMAS terbuat dari 100% serat organik sehingga mudah terurai di dalam tanah.

Kain tenun yang terbuat dari benang CANDIMAS mempunyai tekstur lembut dan berkilau seperti sutra. Selain itu karena terbuat dari serat organik, mempunyai kemampuan menyerap kelembaban alami tubuh dan struktur unik serat membuat kain mudah kering. Keunggulan ini membuat kain tenun dari benang CANDIMAS memiliki sifat antibacterial dan cocok untuk kulit sensitif.
Dengan segala kelebihannya, benang CANDIMAS cepat menjadi bahan baku favorit industri tenun tradisional dan sudah digunakan pengrajin tenun di 15 provinsi Indonesia. LAKUMAS senantiasa berkomitmen untuk mendukung keberlajutan tenun tradisi Indonesia dengan benang ramah lingkungan, yakni benang CANDIMAS.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mendukung produktivitas perusahaan industri dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan industri tetap dapat berlangsung sekaligus menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari langkah-langkah yang telah ditempuh sebelumnya, Kemenperin mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Corona Virus Disease 2019.
“Surat edaran ini bertujuan mendukung industri dalam berproduksi namun sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (8/4).
Perusahaan industri serta perusahaan kawasan industri diberi izin untuk menjalankan kegiatan usaha dengan kewajiban memenuhi ketentuan, di antaranya melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh dan pemantauan gejala saat memasuki area pabrik dan pergantian shift, serta memastikan sirkulasi udara yang baik dan fasilitas kebersihan yang memadai termasuk fasilitas cuci tangan sebelum memasuki bangunan.
Di samping itu, para pekerja harus menerapkan PHBS serta memakai msker sejak keluar rumah dan memakai sarung tangan selama berada di area pabrik. Aturan physical distancing sejauh minimal satu meter serta menghindari kontak fisik juga harus dipatuhi oleh para pekerja.












