Hi, How Can We Help You?

Author Archives: LAKUMAS

Tips Membeli Pakaian Bekas Secara Online dan Offline

Sebelum membeli thrifting, maka perlu memahami tips membeli pakaian bekas secara online maupun offline. Saat ini tren pembelian baju bekas tetapi masih layak pakai sering disebut dengan thrifting baju.

Pakaian menjadi salah satu aspek yang sering diperhatikan dalam penampilan. Akan tetapi, tidak jarang yang berpikiran bahwa penampilan yang menarik harus menggunakan pakaian yang bagus dan mahal.

Pada kenyataannya, kini sudah banyak toko yang menyediakan pilihan pakaian bekas yang memiliki kondisi masih layak pakai. Bahkan, beberapa brand ternama juga bisa Anda temukan di beberapa toko.

Ditambah lagi saat ini sedang tren bisnis thrifting store yang menjual baju bekas. Hal berbeda yang pastinya Anda bisa rasakan adalah memperoleh harga yang lebih murah dibandingkan membeli pakaian baru.

Apalagi perkembangan teknologi informasi membuat interaksi penjual dan pembeli sudah bisa dilakukan secara online. Anda bisa memanfaatkan marketplace untuk mendapatkan pakaian yang berkualitas dengan harga murah.

Tips Membeli Pakaian Bekas Secara Online dan Offline

Membeli pakaian bekas memang bisa mendapatkan untung dan rugi. Berikut ini beberapa tips membeli pakaian bekas secara online atau offline khususnya sistem online agar mendapatkan barang berkualitas.

  1. Tentukan barang yang diinginkan

Tentunya sebelum memilih barang Anda akan menentukan barang seperti apa yang akan dicari. Hal ini bertujuan agar Anda bisa memilih toko online yang tepat untuk membeli pakaian bekas berkualitas.

  1. Jangan percaya foto sosial media

Tentunya para penjual akan memajang foto pakaian terbaik mereka untuk dipasarkan. Anda jangan sampai tertipu akan hal ini, Anda bisa memastikannya terlebih dahulu kepada penjual sebelum membelinya.

  1. Periksa toko tujuan

Tips membeli pakaian bekas online dan offline adalah dengan memperhatikan toko yang dituju. Pastikan bahwa pembeli sebelumnya memberikan rating baik agar transaksi lebih aman.

  1. Periksa kualitas barang

Dalam hal ini berarti Anda bisa menghubungi penjualnya secara langsung. Misalnya melakukan video call untuk melihat barang agar bisa meyakinkan Anda sebelum membeli barang tersebut.

  1. Jangan asal pilih

Meskipun cenderung bisa mendapatkan harga lebih murah, jangan lupa untuk melihat perpaduan dengan outfit lainnya. Jangan sampai Anda memilih barang yang tidak sesuai dengan keinginan.

Langkah Mudah Membeli Pakaian Bekas Secara Offline

Selain membeli secara online, Anda juga bisa membeli pakaian bekas secara offline. Berikut ini beberapa cara membeli pakaian bekas secara online dan offline agar mendapatkan pakaian yang berkualitas.

  1. Periksa kondisi pakaian dengan teliti

Karena Anda bisa datang langsung ke tokonya, maka periksa bagian pakaian dengan teliti. Misalnya bagian kancing, resleting dan noda pakaian agar Anda bisa nyaman ketika menggunakannya.

  1. Pilih pakaian yang sesuai

Usahakan memilih barang yang tidak memerlukan perombakan besar. Hal ini bertujuan agar mengurangi pengeluaran Anda jika harus memperbaiki bagian tertentu dari pakaian yang dibeli di thrifting shop.

  1. Tentukan budget

Cara membeli pakaian bekas secara online dan offline lainnya adalah memperhatikan budget. Hal ini bertujuan agar Anda tidak membeli pakaian berlebihan karena terlihat lebih murah.

  1. Pilih sesuai kebutuhan

Banyak jenis pakaian yang bisa Anda pilih di thrifting shop. Akan tetapi, ketika mendapatkan miring jangan asal pilih tetapi sesuaikan dengan kebutuhan Anda agar tidak menumpuk di lemari.

Memilih pakaian bekas yang masih layak digunakan memang bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Karena hal itulah Anda juga perlu memahami tips membeli pakaian bekas secara online dan offline.

Konsep Sustainable Fashion dari Brand Lokal Indonesia

Sukkha Citta menjadi brand lokal pertama di Indonesia yang menggunakan konsep pewarnaan kain dari bahan alami. Saat ini, telah banyak berkembang merk mengusung tema sustainable fashion.

Sustainable fashion adalah suatu usaha dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan dengan tampilan modis dan tidak kalah dengan produk tekstil buatan pabrik lainnya. Ini sebagai usaha mengurangi dampak buruk kerusakan lingkungan.

Dampak kerusakan lingkungan dari aktivitas dan limbah pembuangan pabrik telah menjadi bencana serius di masyarakat. Limbah ini dapat mencemari sumber mata air jika tidak dikelola dengan benar.

Brand dengan Tema Sustainable Fashion

Tujuan utama dari sustainable fashion adalah meminimalisir dampak produksi pabrik terhadap lingkungan agar tetap terjaga ekosistemnya. Beberapa perusahaan yang telah menggunakan konsep ini yaitu:

  1. Sejauh Mata Memandang

Penggunaan bahan daur ulang limbah tekstil yang didaur ulang dengan teknik ramah lingkungan. Produksi bahan di lakukan di dua daerah yakni proses pembuatan benang di Gresik dan pembuatan kain di Pandaan brand Sejauh Mata Memandang.

  1. Zalia Basic

Zalia Basic menggunakan bahan baku dan produksi yang ramah lingkungan dengan meluncurkan koleksi Earth menggunakan serat LENZING. Brand milik Zalora ini memproduksi pakaian sehari-hari.

  1. SARE/Studio

SARE menggunakan serat kayu yang memiliki sertifikasi dan berkelanjutan. SARE juga telah mengantongi sertifikasi EU Ecolable dimulai dari pengambilan material produksi hingga pembuangan limbah akhir.

  1. Wilsen Willim

Wilsen Willim memproduksi berbagai jenis pakaian mulai dari blazer, kemeja, rok dan sebagainya. Menampilkan warna hitam dan putih. Warna ini dihasilkan dari alam.

  1. Sukkha Citta

Sukkah Citta mengusung tema zero waste yang ditandai dengan membantu menekan pembuangan limbah dengan cara diolah kembali menjadi sebuah produk yang berkualitas.

  1. Lanivatti

Proses durabilitu test diterapkan pada semua produk dari Lanivatti, sehingga pakaiannya terbukti ramah lingkungan. Ini akan mendukung konsep sustainable fashion.

  1. CottonInk

CottonInk menghadirkan pakaian Patel Whismical. Tidak hanya mengedepankan gaya, namun lingkungan harus menjadi perhatian di dalamnya. Menggunakan serat TENCEL untuk membuat benang dan kainnya dari bahan pul kayu.

  1. OSEM

Ciri utama dari OSEM adalah mengaplikasikan tie-dye untuk koleksi pakaiannya. Dengan pewarnaan alami menggunakan indigofera tinctorial ini bisa menghasilkan warna biru alami. Penggunaan plastic untuk resleting juga dihindari OSEM.

  1. Rupahaus

Rupahaus menghadirkan pakaian yang tidak berbahaya untuk lingkungan. Tidak hanya pakaian Rupahaus juga membuat dekorasi rumah. Selain itu, pihaknya berusaha melestarikan budaya melalui produk yang diciptakannya.

  1. Imaji Studio

Zero waste juga diusung oleh Imaji Studio mulai dari aksesoris hingga pakaiannya menggunakan konsep ini. aksesoris dibuat dari sisa kain untuk pakaian kemudian di buat kembali untuk menjadikannya berkualitas. Desain khas Indonesia juga ciri dari brand ini.

  1. Cinta Bumi Artisans

Cinta Bumi Artisans menggunakan pewarna alami dan juga pemanfaatan sampah dapur, dan berbagai jenis limbah lainnya untuk dibuat kembali menjadi produk yang bernilai jual. Tim Cinta Bumi Artisan kebanyakan diisi oleh perempuan dalam menghasilkan produk.

  1. KaIND

KaIND memanfaatkan ampas biji kopi yang dipadukan dengan batik untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan. KaIND sudah bekerja sama dengan Lakumas untuk menghasilkan produk tekstil sustainable fashion.

Sustainable fashion merupakan usaha para pelaku bisnis dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan seminimal mungkin akibat proses produksi tekstil. Sukkha Citta dan 11 perusahaan lainnya telah menerapkan hal ini.

Usaha Thrifting/Jual Beli Pakaian Bekas di Indonesia

Usaha thrifting atau jual beli pakaian bekas di Indonesia saat ini menjadi salah satu tren di kalangan masyarakat. Thrift shop adalah salah satu solusi bisnis yang saat ini ramai digandrungi pemilik usaha.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari generasi muda yang tertarik pada kegiatan thrifting baju. Jika Anda bingung ingin memulai bisnis seperti apa, maka usaha thrifting baju menjadi salah satu solusinya.

Terutama untuk Anda yang menggemari bidang fashion dan sedang mencari ide bisnis. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu sesuai dengan perencanaan tepat agar hasilnya bisa menguntungkan.

Anda bisa memulainya dari modal yang kecil terlebih dahulu untuk dapat mengembangkan bisnis. Selain itu, jika baru pertama kali membuka bisnis, maka pahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berbisnis.

Terutama dalam perhitungan keuntungan agar Anda tidak mengalami kerugian saat baru mengawali bisnis. Pahami juga tips untuk membuka thrift shop agar banyak yang menyukai dan membelinya.

Tips Usaha Thrifting/Jual Beli Pakaian Bekas di Indonesia

Untuk memulai bisnis thrifting, maka pahami berbagai tips sebelum menjalankannya. Berikut ini beberapa tips membuka usaha jual beli pakaian bekas di Indonesia agar bisa mendapatkan keuntungan.

  1. Menentukan modal

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan modal yang akan digunakan untuk membuka sebuah thrift shop. Jumlah modal disesuaikan dengan kemampuan Anda, dapat dimulai dari nominal yang kecil terlebih dahulu.

Selain itu, Anda juga perlu lebih sabar dalam menemukan barang bagus dengan harga terjangkau. Jika barang yang Anda dapatkan cenderung bagus, maka akan banyak mendapatkan kepercayaan dari pelanggan.

  1. Memiliki supplier

Tips lain sebelum membuka usaha jual beli pakaian bekas di Indonesia adalah memiliki supplier. Jika Anda memiliki supplier bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah karena adanya hubungan jangka panjang.

  1. Menentukan target pasar

Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis thrifting, pastikan Anda sudah melakukan riset sebelumnya. Misalnya tentang value yang akan diberikan kepada pelanggan Anda nantinya ketika membeli barang.

Dengan memperhatikan hal ini Anda bisa menentukan harga barang yang akan dijual. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk memaksimalkan pengeluaran modal dengan mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Trik Membuka Usaha Thrifting

Selain beberapa tips sebelum membuka usaha thrifting atau jual beli pakaian bekas di Indonesia, maka Anda perlu memahami berbagai trik lainnya. Berikut ini beberapa trik dalam membuka usaha thrifting.

  1. Membangun personal branding

Meskipun usaha Anda dimulai dengan modal kecil, jangan lupa untuk membangun merek dan toko Anda. Salah satu manfaatnya agar pelanggan Anda lebih mudah mengingat produk dan toko Anda.

Anda bisa melakukan personal branding secara online maupun offline. Misalnya Anda bisa memiliki toko langsung atau membuka marketplace agar pembeli lebih mudah dalam pemesanan barang.

  1. Tampilkan foto berkualitas

Anda juga bisa mengenalkan usaha thrifting yang sedang dijalani ke media online. Karena hal itulah agar terlihat lebih profesional, maka buatlah foto yang memang memiliki kualitas bagus.

  1. Tentukan harga produk

Selain itu, dalam membuka usaha jual beli pakaian bekas di Indonesia Anda juga perlu menentukan harga produk. Sesuaikan produk agar tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.

  1. Jangan lupakan pemasaran

Anda juga perlu melakukan pemasaran agar lebih banyak orang yang mengenal usaha Anda. Ketika banyak yang mengenalnya, maka akan memiliki jangkauan pelanggan lebih luas dan kemungkinan membeli produk Anda.

Membuka jenis usaha apapun memang memerlukan persiapan yang matang agar bisa memaksimalkan keuntungan. Begitu juga ketika akan membuka usaha thrifting atau jual beli pakaian bekas di Indonesia.

Brand Lokal yang Mengambil Tema Sustainable Fashion

Sejauh Mata Memandang adalah brand fashion asal Indonesia yang mengusung tema sustainable fashion. Produk dihasilkan berasal dari bahan daur ulang sehingga tidak merusak dan membantu mengurangi limbah produksi.

Belakangan istilah sustainable fashion menjadi perhatian dalam dunia fashion seluruh dunia. Tidak ketinggalan banyak brand lokal telah mengusung tema ini. seiring dengan berjalannya program zero waste bermunculan juga produk ramah lingkungan.

Hal ini dilakukan sebagai salah-satu solusi dari dampak kerusakan lingkungan yang berasal dari limbah pabrik berbagai kebutuhan manusia. Selain itu, kesejahteraan para pekerjanya menjadi hal yang tidak dikesampingkan.

Brand Lokal Tema Sustainable Fashion

Mengikuti tren, brand lokal asal Indonesia ini mengambil tema dengan menghadirkan produk ramah lingkungan.

  1. Sejauh Mata Memandang

Chitra Subyakto sebagai pemilik Sejauh Mata Memandang men membutuhkanyghadirkan material penggunaan produknya berasal katun, linen dan Tencel. Ini diambil dari proses daur ulang tekstil.

  1. Zalia Basic

Zalia Basic adalah brand milik Zalora. Koleksi terbarunya mengusung tema ‘Earth’. Pemilihan serat LENZING ECOVERO menjadi bahan utama dalam pakaian sehari-hari ini. Sehingga menciptakan masa depan lebih sehat.

  1. SARE/Studio

SARE merupakan merk produksi dalam negeri yang menghasilkan produk berupa baju tidur. Menjalin kerja sama dengan perusahaan dari Austria yakni LENZING, SARE menghadirkan produk yang pastinya tidak mencemari lingkungan.

  1. Wilsen Willim

LENZING juga menjadi pilihan brand Wilsen WIllim. Material yang dipilih yakni bio degradable yang dibuat dari bubur kertas dengan proses ramah lingkungan.

  1. Sukkha Citta

Sebagai brand pertama di Indonesia yang menggunakan proses pewarnaan alami, Sukkha Citta mengusung tema sustainable fashion. Merk ini telah berdiri sejak tahun 2016 menggunakan bahan dari pertanian bebas bahan kimia.

  1. Lanivatti

Nicoline Patricia sebagai pemilik Lanivatti menjalin kerja sama dengan Tencel untuk menghadirkan koleksi ‘Beyond Borders’. Serat selulosa pada pakaian tersebut bisa mengikuti suhu tubuh.

  1. CottonInk

Koleksi CottonInk diberi nama Patel Whimsical yang berkolaborasi dengan TENCEL sebagai sustainable fashion. Pakaian ini memiliki tampilan cerah dan cocok untuk bersantai dan segala suasana.

  1. OSEM

OSEM mengolah sisa kain menjadi produk dengan ukuran lebih kecil serta diberikan ke label lain yang membutuhkannya. Brand lokal ini mengusung konsep zero waste.

  1. Rupahaus

Rupahaus menjalin kerja sama dengan pengrajin yang ada di desa dalam menentukan desain. Bahan yang digunakan dari bahan alami dengan dibuat langsung dengan tangan.

  1. Imaji Studio

Tidak hanya pakaian, Imaji Studio juga membuat aksesoris menarik yang ramah lingkungan. Desain yang dihadirkan berasal dari budaya khas Indonesia yang berasal dari bahan sisa produksi.

  1. Cinta Bumi Artisans

Dari namanya saja sudah ditebak bahwa Cinta Bumi Artians menggunakan material untuk produknya dari bahan alam. Busana yang dibuat diambil dari kulit pohon mulberry yang ada di lembah Bada, Sulawesi yang mendukung sustainable fashion.

  1. KaIND

KaIND sudah bekerja sama dengan Lakumas untuk menghasilkan produk tekstil sustainable Fashion. Produk yang dihasilkan KaIND ini mendukung keberlanjutan dan zero waste. Terdapat koleksi pakaian dari kombinasi batik dan campuran ampas kopi.

Konsep sustainable fashion kian merambah dunia busana pakaian untuk sehari-hari. Ini adalah sebagai suatu usaha dalam menjaga lingkungan. Sejauh Mata Memandang dan 11 brand lokal lainnya telah mengadopsi konsep ini.

Penjualan Produk Fashion di E-Commerce Cukup Tinggi, Bagaimana dengan Angka Tekstil Tradisional Indonesia?

Penjualan produk fashion di e-commerce cukup tinggi bisa mempengaruhi penjualan angka tekstil di Indonesia. Kerajinan tekstil tradisional akan memiliki makna seni tinggi dan harga cukup tinggi juga.

Produk tekstil tradisional memiliki sifat yang tahan lama sehingga cocok untuk digunakan. Penggunaan tekstil tradisional kini mulai digunakan untuk melengkapi karya dengan dipadukan unsur modern.

Kerajinan dengan memanfaatkan tekstil tradisional akan memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak mampu diikuti banyak orang. Menjadi karya yang dibuat secara handmade membuatnya memiliki nilai senin yang sangat tinggi.

Akan tetapi, karena kentalnya nilai seni di tekstil tradisional membuat Anda harus menyiapkan budget yang lebih tinggi. Akan tetapi, dalam pembuatannya cukup lama karena motif yang dibuat biasanya lebih rumit.

Kerajinan tekstil di Indonesia berkembang sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Akan tetapi, perkembangan produk fashion di berbagai e-commerce semakin meningkat sehingga cukup mengkhawatirkan untuk tekstil tradisional.

Penjualan Produk Fashion di E-Commerce Cukup Tinggi

Penjualan produk fashion di e-commerce cukup tinggi juga memberikan pengaruh terhadap tekstil tradisional. Akan tetapi, sejak adanya pandemi Covid-19 industri tekstil justru mengalami penurunan produksi.

Sektor industri tekstil tradisional di Indonesia di tahun 2017 hingga 2019 mengalami pertumbuhan tinggi. Akan tetapi, perkembangan teknologi berjualan online membuatnya mulai tergeser di tahun 2020.

Tentunya penurunan ini tidak tanpa alasan, salah satu penyebabnya adalah penurunan perubahan pola konsumsi masyarakat. Tentunya lebih banyak masyarakat mengutamakan kebutuhan pokok dan kesehatan diri.

Dua aspek tersebut, khususnya untuk makanan dan kesehatan memang cenderung meningkat lebih dari 50 persen. Untuk masalah pakaian masyarakat lebih mengesampingkannya karena jarang beraktivitas di luar ruangan.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari kondisi pekerjaan dan aktivitas yang bisa dilakukan dari rumah. Sehingga masyarakat mulai tidak melakukan permintaan yang tinggi terhadap produk tekstil.

Ditambah lagi keberadaan tekstil tradisional yang cenderung mahal membuat masyarakat lebih enggan untuk menggunakannya. Akhirnya masyarakat mulai beralih ke penjualan produk fashion di e-commerce cukup tinggi

Masyarakat lebih mudah untuk menemukan pakaian yang diinginkan tanpa harus bepergian. Ditambah lagi banyak harga promo yang bisa didapatkan sehingga merasa lebih diuntungkan berbelanja di e-commerce.

Manfaat Penggunaan Kerajinan Tekstil Tradisional

Dibalik penjualan produk fashion di E-commerce cukup tinggi pada kenyataannya tekstil tradisional memiliki fungsi tersendiri. Berikut ini beberapa fungsi dari kerajinan tekstil tradisional yang bisa Anda pertimbangkan.

  1. Sebagai kebutuhan fashion

Dibalik harganya yang cukup tinggi, tekstil tradisional memang diperuntukkan untuk pemenuhan kebutuhan sandang. Kebutuhan sandang berupa pakaian menjadi bagian dari kebutuhan dasar manusia setiap harinya.

Pakaian dibuat menggunakan bahan dasar berupa benang yang kemudian diolah. Diolah menjadi berbagai kebutuhan pakaian seperti kain panjang, baju daerah, sarung maupun produk lainnya.

  1. Dimanfaatkan untuk mendekorasi rumah

Dibalik penjualan produk fashion di E-commerce cukup tinggi tekstil tradisional juga digunakan untuk mendekorasi rumah. Beberapa kerajinan yang bisa digunakan seperti sarung bantal dan taplak meja.

  1. Sebagai alat ritual

Kerajinan tekstil tradisional juga dapat digunakan untuk busana khusus seperti saat tradisi maupun ritual tertentu. Misalnya kain songket yang digunakan untuk pernikahan dan kain poleng di Bali untuk ritual penyucian.

Contoh lainnya adalah kain tenun ulos yang digunakan untuk ritual tertentu. Tentunya di setiap daerah menggunakannya sesuai dengan kebutuhan yang berbeda sesuai tradisi masing-masing daerah.

Kebutuhan akan pakaian memang tidak terlepas dari kebutuhan dasar manusia. Begitu juga kebutuhan tekstil tradisional di tengah penjualan produk fashion di E-commerce cukup tinggi tetap dibutuhkan juga untuk berbagai keperluan.