Mengenal Jenis – Jenis dan Pewarnaan Tekstile


Notice: Undefined index: sfsi_plus_mastodonIcon_order in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1748

Notice: Undefined index: sfsi_plus_icons_AddNoopener in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1702

Dalam dunia tekstile ada pewarnaan alami dan sintetis yang harus Anda pelajari. Bahan tekstil semula memiliki warna dasar seperti putih atau cokelat, karena biasanya diambil dari bahan utama pembuatannya seperti kapas, serat kayu dan sejenisnya.

Namun tidak mungkin kain atau pakaian dibiarkan hanya berwarna putih dan cokelat saja, agar lebih beragam, tentu saja harus diberikan warna lainnya. Misalnya merah, kuning, biru dan lain sebagainya. Adanya warna juga membuat semua pakaian menjadi lebih menarik untuk dipakai.

Lakumas juga memproduksi benang, pakaian dan kain dalam berbagai warna untuk para konsumen. Dalam proses pewarnaannya, tentu ada teknik yang digunakan untuk menghasilkan warnanya tersebut, yaitu teknik menggunakan bahan alami dan memakai bahan sintetis.

Jika Anda belum pernah mengenal warna yang digunakan dalam industry tekstile, coba pahami penjelasan tentang beberapa jenis warna dan jenis pewarnaan berikut ini.

Jenis – Jenis Warna pada Tekstile

Ada banyak jenis warna yang digunakan dalam tekstile, misalnya kuning, merah, hijau, biru dan lain sebagainya. Bahkan bisa dikatakan semua warna yang ada di dunia ini pasti pernah dipresentasikan dalam sebuah kain atau pakaian.

Berdasarkan teori warna, ada juga campuran dari beberapa warna yang menimbulkan warna baru. Semua itu juga pasti pernah ada dalam sebuah pakaian. Namun yang harus dipahami adalah cara memberikan warnanya pada benang, kain dan pakaian.

Terdapat 2 cara pewarnaan yaitu secara alami dan sintetis. Keduanya sama – sama berfungsi memberi warna pada sebuah benang, kain atau pakaian. Namun tetap ada perbedaan antara 2 teknik pewarnaan tersebut.

Sebab masing – masing jenis pewarnaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Keduanya juga menggunakan bahan berbeda untuk pewarnaannya. Ada perbedaan seperti teknik mewarnai alami membutuhkan modal banyak, sedangkan sintetis tidak.

Perbedaan Pewarnaan Alami dan Sintetis Tekstile

Teknik pewarnaan dilakukan untuk memberikan warna kepada benang, kain atau pakaian. Jika menggunakan teknik alami, maka sudah dipastikan teknik ini dikenal sejak waktu yang sangat lama. Sebelum ada teknologi dalam pewarnaan, pasti menggunakan teknik alami dulu.

Teknik pewarnaan yang alami menggunakan bahan – bahan alami untuk pewarnaannya. Misalnya kunyit, mawar, Tencel warna tekstil dan lain sebagainya. Caranya adalah dengan merendam pakaian ke dalam air yang sudah dicampur dengan bahan alami tersebut.

Sedangkan teknik sintesis digunakan dengan memanfaatkan bahan kimiawi. Setidaknya ada 6 teknik sintetis yang dikenal untuk pewarnaan tekstil, yaitu acid, direct, vat, sulphur, disperse, dan reaktif. Masing – masing teknik sintesis dibedakan oleh bahan pewarnaan yang dipakai.

Misalnya teknik sintetis acid memanfaatkan bahan asam untuk menghasilkan sebuah warna pada barang tekstil. Cara tersebut juga diterapkan saat memberikan warna pada benang candimas, kain tenun dan berbagai jenis pakaian.

Kedua teknik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Misalnya teknik mewarnai secara alami dapat dilakukan dengan memakai bahan alami, maka sudah dipastikan kelebihannya adalah lebih aman untuk kulit, tidak ada efek samping untuk kulit sensitive.

Namun kekurangannya adalah pilihan warnanya tidak banyak, tidak semua campuran seperti pada teori warna dapat diterapkan. Selain itu, dalam prosesnya membutuhkan waktu lama karena sebaran warnanya tidak bisa cepat.

Berbeda dengan sintetis, kelebihannya adalah ada banyak sekali pilihan warnanya, sebab menggunakan bahan kimia. Proses sebaran warnanya juga cepat, sehingga dalam proses pewarnaannya tidak membutuhkan waktu sangat lama.

Namun kekurangan sintetis dibanding pewarnaan alami adalah kurang aman untuk kulit sensitive, karena memakai bahan kimia.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *