5 Jenis Sarung Khas Indonesia yang Terkenal di Dunia


Notice: Undefined index: sfsi_plus_mastodonIcon_order in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1748

Notice: Undefined index: sfsi_plus_icons_AddNoopener in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1702

5 Jenis Sarung Khas Indonesia yang Terkenal di Dunia

Sejak pertama kali dibawa oleh pedagang Gujarat dan Arab masuk ke Indonesia pada abad 14, sarung memang sudah disukai oleh masyarakat Nusantara. Karena pakaian satu ini mudah dipakai dan tidak sulit proses pembuatannya, apalagi bisa digunakan laki-laki dan perempuan.

Setelah menyebar ke seluruh wilayah tanah air, sarung mulai melekat dengan adat serta istiadat setempat, bahkan kini menjadi salah satu ciri khas bangsa. Di beberapa daerah bahkan ada jenis sarung khas yang menjadi ciri dan kebanggaan daerah tersebut.

5 Jenis Sarung Tradisional Nusantara

Sarung-sarung di Indonesia memiliki ciri khas motif yang beragam, terutama jika merupakan tenunan tradisional. Motif dan desainnya masih sangat orisinil serta melambangkan kebudayaan yang tinggi dari daerah tersebut.

Bukan hanya ternama di Nusantara, jenis-jenis sarung tradisional berikut namanya juga sudah mendunia:

  1. Sutera Bugis Khas Sulawesi Selatan

Kain sarung ini merupakan kebanggaan masyarakat suku Bugis yang beradai di Sulawesi Selatan. Kain ini kerap disandingkan dengan Baju Bodo yaitu pakaian trandisional khas Bugis.

Motifnya sangat khas yaitu kotak-kotak atau garis-garis yang membentuk segitiga. Motif yang paling terkenal adalah Ballo Renni yaitu kotak-kotak berukuran kecil dengan warna cerah, biasanya dipakai oleh wanita lajang atau belum menikah.

Motif lainnya berbentuk kotak lebih besar ditenun menggunakan benang merah keemasan, digunakan oleh para lelaki lajang. Akan tetapi, sekarang penggunaan sutera Bugis ini tidak lagi sesuai status pernikahan, tapi lebih umum penggunaannya.

  1. Ulos Khas Sumatera Utara

Ulos merupakan salah satu jenis kain yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Biasa disebut sebagai kain Ulos yang menjadi pakaian khas suku Batak, Sumatera Utara.

Motifnya sangat beragam dan memiliki desain unik, seperti Ulos Mangiring, Ulos Parompa, dan Ulos Bintang Maratur. Setiap motif punya makna tersendiri, misalnya Ulos Bintang maratur yang bermotif rasi bintang beraturan maknanya adalah kepatuhan.

Kain ini sering dipakai untuk acara adat, salah satunya di acara pernikahan ada prosesi memakaikan sarung ulos pada pasangan pengantin.

  1. Tenun Khas Samarinda, Kalimantan Timur

Jenis kain ini menjadi salah satu budaya kebanggaan masyarakat Samarinda. Dibuat dengan teknik ikat dan menggunakan alat khusus yaitu gedokan membuat kain khas Samarinda satu ini sangat spesial.

Pengerjaannya masih tradisional sehingga untuk membuat satu kain setidaknya dibutuhkan waktu 3 hari pengerjaan. Motifnya juga sangat beragam, tapi didominasi oleh aksen geometris seperti motif kotak-kotak berukuran kecil atau besar berwarna-warni.

  1. Tenun Goyor Khas Jawa Tengah

Sarung tenun juga menjadi pakaian khas Jawa Tengah, tapi memiliki teknik pengerjaan berbeda dengan di Samarinda. Masih menggunakan teknik tenun, tapi memiliki motif berbeda. Terdapat dua jenis motif yaitu Botolan dan Werengan.

Botolan memiliki motif lebih bervariasi, seperti bintang, kuncup bunga, daun waru, atau bujur sangkar. Sedangkan werengan lebih banyak berbentuk bunga dan daun, seperti bunga kuncup, bunga mekar, bunga berkelopak 4 atau enam, maupun daun-daunan.

Penggunaan warna yang umum dipakai pada kain tenun Goyor adalah merah, hijau, biru, hitam, cokelat, putih, dan kuning.

  1. Tenun Poleng Khas Pulau Dewata Bali

Kain sarung Bali ini memiliki motif khas yaitu kotak-kotak berwarna hitam dan putih. Biasanya, jenis kain tenun poleng ini digunakan pada acara-acara keagamaan masyarakat Hindu di Pulau Dewata.

Sarung tenun poleng merupakan kain khas yang memiliki corak beraturan. Selain warna hitam dan putih, juga ada warna abu-abu dan merah. Penggunaan warna berbeda akan menjadikan jenis poleng yang berbeda pula.

Jadi, itu dia beberapa jenis sarung khas di Nusantara yang sudah dikenal hingga berbagai belahan dunia. Sarung sendiri merupakan ciri khas budaya Indonesia yang sudah sangat melekat. Saat ini tersedia hasil pabrikan untuk penggunaan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

Apabila Anda butuh bahan mentah untuk pembuatan kain sarung, yaitu benang, bisa membelinya di Lakumas. Berbagai jenis benang seperti rayon, akrilik, tencel, dan ramie tersedia untuk dipesan serta dapat dikirim ke berbagai wilayah Indonesia.

Tinggal kunjungi website atau hubungi customer service Lakumas untuk pemesanan. Bisa juga berkonsultasi dahulu dengan customer service untuk pemenuhan kebutuhan Anda.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *