Peran Indonesia dan Kita sebagai Warga Dunia Mengatasi Dampak Negatif Perubahan Iklim


Notice: Undefined index: sfsi_plus_mastodonIcon_order in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1748

Notice: Undefined index: sfsi_plus_icons_AddNoopener in /home/u4542783/public_html/clients/lakumas.com/wp-content/plugins/ultimate-social-media-plus/libs/sfsi_widget.php on line 1702

Net Zero Emission adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai untuk memperlambat kiamat dunia. Tertuang sebagai hasil dari terselenggaranya COP-26 di Gasglow, Skotlandia, Oktober hingga November lalu. NZE bisa dicapai dengan penurunan suhu global hingga level 1,50 C. Pemanasan global yang masih dalam taraf rasional mendukung manusia dan habitat alam mampu beradaptasi dengan adanya perubahan iklim.

Meminimalisir dampak negatifnya seperti krisis pangan yang mengancam eksistensi makhluk hidup. Upaya ini bisa dimulai dari lingkup kecil sebagai warga Negara dunia, didukung peran aktif pemerintah.

Upaya Pemerintah Mengurangi Potensi Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim

Pemerintah menunjukkan komitmennya mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui keikutsertaan Perjanjian Paris. Sebagai buktinya, tertuang dalam Undang-undang No. 16 th 2016 yaitu tentang Paris Agreement yang telah disahkan saat itu. Pada COP-26 lalu Indonesia juga menyatakan kesanggupannya menurunkan emisi sebesar 26% secara mandiri, dan 41% atas dukungan Internasional. Target ini diharapkan terealisasi pada tahun 2030.

Komitmen mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara dilakukan dengan membuka investasi energi ramah lingkungan. Bekerjasama dengan Bank Pembangunan Asia melakukan transisi ekonomi rendah karbon. Mulai mengenalkan pemberlakuan pajak karbon. Implementasinya masih dikaji mengingat saat ini Indonesia masih mengupayakan pemulihan Ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mempertimbangkan kesiapan sektor seperti PLTU batu bara.

Fokus utama perubahan iklim adalah sektor energi, transportasi dan kehutanan. Dari sisi transportasi di kota-kota besar mulai diberlakukan uji emisi. Membuka kerja sama dalam pengadaan mobil listrik. Bidang kehutanan, mengupayakan penurunan laju deforestasi. Salah satunya dengan moratorium ijin perkebunan kelapa sawit. Sebab pembukaan lahan hutan paling banyak digunakan untuk penanaman kelapa sawit.

Aksi Peduli Lingkungan yang Dapat Dilakukan Warga dalam Lingkup Kecil

Bukan hanya mengandalkan program-program pemerintah dalam mengurangi dampak negative dari perubahan iklim. Kita sebagai masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Banyak hal dapat dilakukan mulai dari lingkup kecil. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus. Gunakan bahan yang lebih friendly, dan reusable. Membawa kantong belanja sendiri saat ke supermarket.

Mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik sekali pakai. Lebih baik lagi jika membiasakan diri membawa minum air putih dalam botol. Ini akan mengurangi penumpukan sampah plastik. Mulai menerapkan paperless untuk segala keperluan. Saat ini sudah didukung semua transaksi, keperluan pekerjaan, bisnis dan pendidikan menggunakan fasilitas online. Tidak perlu hard copy atau print out.

Mengurangi penggunaan kertas dapat menekan laju deforestasi yang bertujuan untuk industry kayu dan kertas. Secara berkesinambungan dapat mengurangi dampak buruk dari pemanasan global akibat masifnya penebangan pohon. Menggunakan kendaraan umum, untuk mengurangi emisi karbon. Tingginya konsentrasi gas karbon di udara salah satunya disebabkan karena asap kendaraan bermotor dari kendaraan pribadi. Mudah sekali mencegahnya dengan memilih moda transportasi umum.

Menggunakan bahan-bahan p

erawatan yang mudah terdegradasi. Contoh sabun, detergen, shampoo yang mengandung bahan organic. Sehingga tidak menyebabkan pencemaran air tanah dan lingkungan sekitar. Aksi nyata selanjutnya adalah menanam pohon. Sudah sering diselenggarakan penanaman sejuta pohon di lahan-lahan gundul. Tidak perlu menunggu moment seperti ini, anda bisa melakukannya kapan saja.

Mulai dari lingkungan sekitar, misalnya menanam pohon buah-buahan berakar tunggang. Minimal dapat menurunkan suhu di siang hari karena adanya naungan. Lebih bagus lagi menanam pohon berumur panjang. Banyak hal yang dapat dilakukan sendiri sebagai warga dunia dalam tujuan mengatasi dampak perubahan iklim. Tanpa menunggu komando dari pemerintah, kita bisa terus melakukan aksi peduli lingkungan dari hal-hal sederhana.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *