Menjaga Persatuan di Lingkungan Kerja

Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Memiliki jumlah populasi terbesar keempat di dunia, tidak heran jika Indonesia dikenal dengan keberagamannya. Jika diartikan, keberagaman merupakan suatu kondisi dalam masyarakat yang di dalamnya terdapat banyak perbedaan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberagaman, sehingga muncul banyak perbedaan di Indonesia. Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan seperti berikut.

  • Faktor Geografis

Peta Geografis Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Tak main-main, pulau yang ada di Indonesia berjumlah 17 ribu. Keberadaan pulau-pulau di Indonesia, menyebabkan keberagaman pada penduduknya. Kondisi wilayah kepulauan ini menciptakan keberagaman dari satu daerah ke daerah lainnya.

  • Perbedaan Iklim

Mungkin terbilang aneh jika iklim bisa menyebabkan keberagaman, tapi faktanya itulah yang terjadi di Indonesia. Sebagai negara beriklim tropis, keberagaman muncul karena adanya perbedaan mata pencaharian, budaya, dan fisik masyarakatnya.

  • Suku

Bhineka Tunggal Ika

Keberagaman jelas terlihat dari setiap suku yang ada di Indonesia. Sebutlah, sunda, jawa, batak, padang, papua, madura, dan lainnya, memiliki keberagaman yang mencolok. Logat bahasa, cara hidup, adat istidat, hingga kebudayan mencirikan perbedaan antar suku.

  • Agama

Bhineka Tunggal Ika

Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu adalah agama-agama yang ada di Indonesia. Kepercayaan yang berbeda antar satu orang dan lainnya akan berpengaruh terhadap bagaimana menjalani hidup berdasarkan apa yang dianut.

Keberagaman, terutama di sebuah lingkungan kerja, tentu kerap terjadi. Pekerja yang memiliki berbagai macam latar belakang, berkumpul di dalam satu lingkungan yang sama. Memang tidak mudah untuk menyatukan perbedaan, terutama yang berkaitan dengan identitas pribadi. Sering terjadi banyak konflik di sebuah lingkungan kerja karena tidak dapat menerima perbedaan yang dimiliki satu sama lain.

Nada bicara, kebiasaan hidup, cara berkomunikasi, sering menjadi penyebab sebuah konflik antar pekerja. Kasus yang sering terjadi adalah, rasa sakit hati yang ditimbulkan karena seorang pekerja dianggap tidak berperilaku baik terhadap pekerja lainnya. Biasanya, hal itu dikarenakan kurangnya komunikasi dan pengertian antar pekerja.

Sebenarnya, keberagaman pada lingkungan kerja bisa menghasilkan hal positif. Perspektif yang luas, kaya akan pengalaman dan skill yang bisa membuat perusahaan lebih mudah menemukan inovasi dan kreatifitas, adalah sekian banyak hal yang bisa diambil sisi positifnya. Jika konflik tidak bisa diredam, lingkungan kerja akan menjadi tidak nyaman dan pekerja bisa saja memilih untuk keluar dari perusahaan.

Dibutuhkan toleransi dan pemahan bahwa sebagai orang Indonesia, kita memang lekat dengan keberagaman. Memperlakukan seseorang layaknya seorang individu dengan derajat yang sama adalah kuncinya. Walapun Anda menjadi golongan mayoritas, jangan pernah merasa bahwa Anda lebih baik dari golongan lainnya. Menghargai seseorang yang berbeda latar belakang, entah itu agama, budaya, suku, ras, akan membuat lingkungan kerja menjadi nyaman.

Komunikasi yang baik antar pekerja, tanpa menyinggung satu pihak. Terbuka terhadap kritik dan saran dari pekerja lain. Selalu membiasakan diri bersikap sopan kepada siapapun, baik itu atasan maupun bawahan. Pandai memposisikan diri di lingkungan kerja dan beradaptasi dengan berbagai macam latar belakang pekerja. Hal-hal tersebut adalah budaya perusahaan yang selalu diterapkan oleh para pekerja di PT. Laksana Kurnia Mandiri Sejati (LAKUMAS).

Menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan kerja adalah tanggung jawab setiap pekerja. Jika setiap pekerja memiliki rasa toleransi yang tinggi, lingkungan kerja akan menjadi tempat yang kondusif. Pekerja akan merasa nyaman dan bahagia ada di lingkungan tersebut.

 

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *